Kala Fitnah Pejabat Kerajaan Majapahit Berujung Pemecatan Menteri Era Jayanagara

Jum'at, 26 Januari 2024 - 07:34 WIB
Baca Juga: Arya Damar, Ahli Mesiu Kerajaan Majapahit Sang Penakluk Kerajaan Bali

Nambi pun meminta izin agar mengambil cuti lebih lama kepada Raja Jayanegara dengan perantara Mahapati. Mengingat ia masih dalam suasana duka akibat kematian ayahnya Pranaraja. Tetapi yang terjadi oleh Mahapati, izin cuti Nambi diselewengkan oleh Mahapati.

Kepada Raja Jayanegara, Mahapati menyebut Nambi meminta perpanjangan cuti dan tidak akan kembali ke Majapahit. Mahapati juga menyebut Nambi membuat benteng pertahanan dan sudah menyiapkan orang - orangnya. Padahal semua yang dikatakan Mahapati ke Raja Jayanegara tidaklah benar. Bahkan ia memperuncing kabar hoaks ke Raja Jayanegara bahwa menteri yang datang dicurigai akan bersekutu dengan Nambi.

Menerima informasi ini, tentu saja Jayanagara dibuat berang. Jayanegara kemudian memecat para menterinya yang ikut kunjungan ke rumah Nambi di Lumajang, tanpa izin. Para menteri seperti Pamandana, Mahisa Pawangal, Panji Anengah, Panji Samara, Panji Wiranagari, Jaran Bangkal, Jangkung, Teguh, Semi, Lasem, dan Patih Emban.

Jayanegara pun menginstruksikan mempersiapkan orang - orang Majapahit agar menyerbu Lumajang. Pada persiapan ini Mahapati memegang siasat penuh untuk penyerbuan. Penelusuran menunjukkan bahwa para menteri yang diberikan sanksi oleh Raja Jayanegara terbukti membelot ke Nambi. Para menteri ini sebenarnya cukup berjasa dalam peristiwa pemberontakan Ranggalawe dan Lembu Sora.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!