Intelijen Keimigrasian Ikut Investigasi Kasus Penipuan WNA Iran

Senin, 10 Agustus 2020 - 07:24 WIB
Siavash pun meminta sejumlah uang, termasuk ongkos perjalanan dan biaya pembelian bibit dan bubuk Safron untuk oleh-oleh pada keluarga Sivash sebesar USD 2.400 atau setara dengan Rp35 juta.

Tak hanya itu ketika berada di negaranya, Siavash kerap meminta uang, dengan alasan ia tak mendapatkan pekerjaan sebab Iran dilanda krisis. Namun Vivi mulai curiga sebab Siavash berkali kali meminta uang. "Hampir 6-7 kali saya kirimkan. Apalagi dia mengamcam tidak akan ke Indonesia," ungkapnya.

Vivi baru mengetahui modus Siavash setelah akhirnya mendapat kiriman foto yang menunjukkan Siavash berada di Indonesia. Ia pun lantas melaporkan hal tersebut ke pihak kepolisian. Baca Lagi : Buka Kantor Imigrasi, Paspor Bakal Bisa Dibuat di Bantaeng
(sri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!