Kisah Kompeni Belanda Menguras Harta Pribumi Bagelen dan Mengusir Etnis Tionghoa
Kamis, 07 Desember 2023 - 06:17 WIB
Tetapi di balik itu sudah ada peringatan mengenai dampak yang diberikan kepada kaum pribumi Jawa kala itu.
Konon Peter Carey dalam "Takdir Riwayat Pangeran Diponegoro: 1785 - 1855" menggambarkan bagaimana orang Belanda beruntung bisa menggarap orang Jawa yang ditindas melalui sistem gerbang cukai.
Sistem ini berlangsung begitu lama dan mereka pemerintah kolonial menutup laporan mengenai adanya potensi-potensi gangguan keamanan dan dampak yang ditakutkan. Pemerintah kolonial justru menganggap sepi peringatan penting ini.
Baca Juga: Belanda Monopoli Cukai Picu Perampokan, Pembunuhan, dan Letuskan Perang Diponegoro
Pasalnya meningkatnya angka keuntungan sampai hampir tiga kali lipat dari gerbang cukai hasil bumi Yogya antara 1816-1824 telah membutakan mata mereka atas kenyataan bahwa keberadaan bandar itu nyata - nyata telah melumpuhkan kegiatan perdagangan.
Ketika menulis pada November 1824, hanya dua bulan setelah mengambil alih gerbang-gerbang cukai yang menguntungkan di Bantul dan Jatinom di selatan Yogya, penjaga gerbang cukai Tionghoa setempat melaporkan bahwa ia telah bangkrut.
Konon Peter Carey dalam "Takdir Riwayat Pangeran Diponegoro: 1785 - 1855" menggambarkan bagaimana orang Belanda beruntung bisa menggarap orang Jawa yang ditindas melalui sistem gerbang cukai.
Sistem ini berlangsung begitu lama dan mereka pemerintah kolonial menutup laporan mengenai adanya potensi-potensi gangguan keamanan dan dampak yang ditakutkan. Pemerintah kolonial justru menganggap sepi peringatan penting ini.
Baca Juga: Belanda Monopoli Cukai Picu Perampokan, Pembunuhan, dan Letuskan Perang Diponegoro
Pasalnya meningkatnya angka keuntungan sampai hampir tiga kali lipat dari gerbang cukai hasil bumi Yogya antara 1816-1824 telah membutakan mata mereka atas kenyataan bahwa keberadaan bandar itu nyata - nyata telah melumpuhkan kegiatan perdagangan.
Ketika menulis pada November 1824, hanya dua bulan setelah mengambil alih gerbang-gerbang cukai yang menguntungkan di Bantul dan Jatinom di selatan Yogya, penjaga gerbang cukai Tionghoa setempat melaporkan bahwa ia telah bangkrut.
Lihat Juga :