Belanda Monopoli Cukai Picu Perampokan, Pembunuhan, dan Letuskan Perang Diponegoro
Rabu, 06 Desember 2023 - 08:01 WIB
loading...
Potret perlawanan Pangerang Diponegoro mengusir penjajah belanda. Foto/Istimewa
A
A
A
Monopoli cukai oleh pemerintah Belanda di masa Pangeran Diponegoro memang mengerikan. Penahanan kerbau sebagai pembayaran denda juga dikenakan jika itu berada di wilayah tanah milik gerbang cukai.
Bahkan seorang petani konon terpaksa menyerahkan sebagian besar keuntungannya panen padi untuk menyewa kembali kerbau miliknya dari bandar setempat.
Alhasil tak sedikit pengaduan kepada pejabat desa setempat soal perlakuan penjaga gerbang cukai yang sewenang-wenang biasanya sia-sia. Sebab para pejabat desa itu sudah diberi uang sogokan atau uang pesangon oleh bandar untuk tutup mulut.
Baca Juga: Kisah Rakai Pikatan dan Pemindahan Pusat Kerajaan Mataram Kuno Dari Medang
Satu-satunya cara bagi wong cilik untuk dapat membalas dendam pribadinya pada penjaga gerbang cukai adalah dengan meminta bantuan para bandit, dengan cara mengompori mereka untuk mencuri, menjarah, dan bila perlu membakar bandar itu.
Bahkan seorang petani konon terpaksa menyerahkan sebagian besar keuntungannya panen padi untuk menyewa kembali kerbau miliknya dari bandar setempat.
Alhasil tak sedikit pengaduan kepada pejabat desa setempat soal perlakuan penjaga gerbang cukai yang sewenang-wenang biasanya sia-sia. Sebab para pejabat desa itu sudah diberi uang sogokan atau uang pesangon oleh bandar untuk tutup mulut.
Baca Juga: Kisah Rakai Pikatan dan Pemindahan Pusat Kerajaan Mataram Kuno Dari Medang
Satu-satunya cara bagi wong cilik untuk dapat membalas dendam pribadinya pada penjaga gerbang cukai adalah dengan meminta bantuan para bandit, dengan cara mengompori mereka untuk mencuri, menjarah, dan bila perlu membakar bandar itu.
Lihat Juga :