Di Jabar, Penerimaan Negara dari Lelang Capai Rp38,83 Miliar

Kamis, 06 Agustus 2020 - 04:23 WIB
Dari sisi wilayah, kontribusi pendapatan lelang masih banyak ditopang dari kantor DJKN Kota Bandung, mencapai 46% dan Bogor sebanyak 16%. Hal ini disebabkan dua daerah tersebut menjadi pusat ekonomi. Sehingga banyak perbankan menyalurkan pembiayaannya.

Lebih lanjut Tavianto mengatakan, tak hanya dari lelang, pihaknya juga mencatat beberapa penerimaan negara lainnya. Yaitu kontribusi PNBP dari BMN dan PNBP dari piutang. Kontribusi PNBP dari piutang, pihaknya mencatat sekitar Rp300 juta.

Secara jumlah, mengalami penurunan di banding semester yang sama tahun lalu yang mencapai Rp2,5 miliar. Sementara untuk kontribusi barang milik negara (BMN) pada semester 1 mencapai Rp17,93 miliar. Mengalami kenaikan dibanding semester yang sama 2019 sebesar Rp16,43 miliar.

Untuk memaksimalkan pendapatan dari BMN, pihaknya akan melakukan evaluasi pendataan, agar aset yang ada bisa dipakai secara maksimal. "Apakah penggunaannya optimal, kami akan pastikan semua aset terpakai. Yang terbengkalai, kami akan pastikan. Kalau enggak dipakai, bisa pinjam pakai, sewa, atau lainnya sehingga memberi pemasukan kepada negara," imbuh dia.

Kepala KPKNL Bandung Sigit Prasetyo Noegroho mengatakan, pihaknya akan terus mengawal pemanfaatan aset pemerintah agar tidak terbengkalai atau dipakai pihak ketiga. Pihaknya optimistis, hingga akhir tahun, akan berkontribusi hingga Rp1 triliun.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!