Di Jabar, Penerimaan Negara dari Lelang Capai Rp38,83 Miliar

Kamis, 06 Agustus 2020 - 04:23 WIB
loading...
Di Jabar, Penerimaan...
Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kanwil Jawa Barat mencatat nilai kontribusiPNBP di Jawa Barat selama semester 1/2020 mencapai Rp38,83 miliar.
A A A
BANDUNG - Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kanwil Jawa Barat mencatat nilai kontribusi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) di Jawa Barat selama semester 1/2020 mencapai Rp38,83 miliar. Kepala Kanwil DJKN Jawa Barat Tavianto Noegroho mengatakan, kontribusi PNBP dari lelang pada semester 1/2020 senilai Rp38,83 miliar, mengalami kenaikan dibanding semester 1/2019 lalu.

Hal ini menunjukkan peningkatan frekuensi lelang di Jabar selama periode Januari hingga Juni 2020. "Walaupun kita sedang dilanda pandemi COVID-19, ternyata kontribusi kami terhadap negara lebih besar dari tahu lalu. Kami sempat pesimistis, tapi ternyata pendapatan negara dari sektor ini naik," kata Tavianto saat press conference melalui zoom meeting, Rabu (5/8/2020).

Dia memperkirakan, tren lelang hingga akhir tahun akan terus meningkat. Hal ini sesuai pengalaman tahun lalu, di mana hingga akhir tahun kontribusi PNBP lelang bisa mencapai Rp95,76 miliar. Secara volume, frekuensi lelang mencapai 7.000-an. (Baca: Tahun 2018, Sektor Pertambangan Setor PNBP Rp46,6 Triliun)

Dia menjelaskan, kontribusi lelang paling banyak berasal dari jenis eksekusi. Misalnya lelang aset nasabah bank dnegan status kredit macet. Bahkan, jenis ini berkontribusi hingga 96% terhadap total pendapatan lelang di Jabar.

Dari sisi wilayah, kontribusi pendapatan lelang masih banyak ditopang dari kantor DJKN Kota Bandung, mencapai 46% dan Bogor sebanyak 16%. Hal ini disebabkan dua daerah tersebut menjadi pusat ekonomi. Sehingga banyak perbankan menyalurkan pembiayaannya.

Lebih lanjut Tavianto mengatakan, tak hanya dari lelang, pihaknya juga mencatat beberapa penerimaan negara lainnya. Yaitu kontribusi PNBP dari BMN dan PNBP dari piutang. Kontribusi PNBP dari piutang, pihaknya mencatat sekitar Rp300 juta.

Secara jumlah, mengalami penurunan di banding semester yang sama tahun lalu yang mencapai Rp2,5 miliar. Sementara untuk kontribusi barang milik negara (BMN) pada semester 1 mencapai Rp17,93 miliar. Mengalami kenaikan dibanding semester yang sama 2019 sebesar Rp16,43 miliar.

Untuk memaksimalkan pendapatan dari BMN, pihaknya akan melakukan evaluasi pendataan, agar aset yang ada bisa dipakai secara maksimal. "Apakah penggunaannya optimal, kami akan pastikan semua aset terpakai. Yang terbengkalai, kami akan pastikan. Kalau enggak dipakai, bisa pinjam pakai, sewa, atau lainnya sehingga memberi pemasukan kepada negara," imbuh dia.

Kepala KPKNL Bandung Sigit Prasetyo Noegroho mengatakan, pihaknya akan terus mengawal pemanfaatan aset pemerintah agar tidak terbengkalai atau dipakai pihak ketiga. Pihaknya optimistis, hingga akhir tahun, akan berkontribusi hingga Rp1 triliun.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bayar PBB-P2 hingga...
Bayar PBB-P2 hingga 31 Juli, Warga Jakarta Otomatis Dapat Potongan 7,5%
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Siapkan Pengurangan PBB-P2 2026, Ringankan Beban Wajib Pajak
Keringanan PBB-P2 DKI...
Keringanan PBB-P2 DKI Jakarta 2026 Berlaku Bertahap, Simak Jadwal dan Besarannya
Beli Rumah Pertama di...
Beli Rumah Pertama di Jakarta? Ini Syarat Mendapat Fasilitas BPHTB 50 Persen
Jakarta Beri Keringanan...
Jakarta Beri Keringanan BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama
Kapal-kapal Wisata Berbendera...
Kapal-kapal Wisata Berbendera Asing di Teluk Jakarta Disegel, Ini Alasannya
Pemutakhiran NIK Jadi...
Pemutakhiran NIK Jadi Kunci Pembebasan PBB-P2 di Jakarta
Momentum Jakarta Fair,...
Momentum Jakarta Fair, Bapenda DKI Permudah Warga Bayar Pajak Kendaraan
Penjelasan soal Aturan...
Penjelasan soal Aturan Tarif PPh Final 0,5% Kini Khusus buat UMKM
Rekomendasi
Doa Akhir dan Awal Tahun...
Doa Akhir dan Awal Tahun Baru Islam yang Penting Diketahui!
Rupiah Bergejolak, Saatnya...
Rupiah Bergejolak, Saatnya Lirik Aset Global?
Pemutakhiran NIK Jadi...
Pemutakhiran NIK Jadi Kunci Pembebasan PBB-P2 di Jakarta
Berita Terkini
Demo Rawamangun Menggugat...
Demo Rawamangun Menggugat Kelar, Aliansi UNJ Melawan Bubarkan Diri
Bukti Fundamental Solid,...
Bukti Fundamental Solid, BRI Alokasikan Rp500 Miliar Demi Buyback Saham
Dudung: Pemerintah Selalu...
Dudung: Pemerintah Selalu Buka Ruang untuk Publik Sampaikan Kritik
Mahasiswa UNJ Beraksi,...
Mahasiswa UNJ Beraksi, Pengendara Kompak Bunyikan Klakson sebagai Bentuk Dukungan
Perjuangan Mahasiswa...
Perjuangan Mahasiswa Tembus Bundaran HI: Diblokade di Semanggi, Saling Dorong dengan Aparat di Tosari
BOLT Berkurban: Satu...
BOLT Berkurban: Satu Momen, Seribu Kebaikan
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved