Misteri Dua Makam Keturunan Mpu Sindok di Keraton Gunung Kawi
Selasa, 24 Oktober 2023 - 10:02 WIB
"Kalau Candi Songgoriti itu memang iya. Tapi itu pada masa berbeda, itu saat Mpu Sindok masih menjadi patihnya Mpu Daksa. Terus ada lagi Prasasti Sengguran di lereng Gunung Kawi, Sindok itu masih menjadi patihnya Daksa," bebernya.
"Tapi ketika dia jadi raja, dan kemudian mengalihkan pusat pemerintahannya ke Jawa bagian timur ini, kayaknya tidak ada atau mungkin belum ditemukan prasastinya," imbuhnya.
Jika ada kaitannya penemuan lempengan-lempengan tembaga yang diduga prasasti di kawasan Gunung Kawi, maka perlu diteliti kembali kebenarannya. Sebab bisa saja prasasti itu letaknya bukan di situ, apalagi lempengan tembaga cukup mudah dipindah ke mana-mana.
Baca juga: Kronologi Penikaman Balita 2,8 Tahun di Minahasa Selatan, Pelaku dan Pacar Mabuk Miras
Lempengan itu ditemukan seseorang di perkebunan kopi, atau lainya di sekitar Gunung Kawi, namun tidak ada kaitannya dengan Gunung Kawi. "Sehingga kalaupun ditemukan Prasasti Sindok di Gunung Kawi umpamanya bisa saja dibawa orang, dialihkan, disimpan, disembunyikan, akhirnya ditemukan ditemukannya di Gunung Kawi, seperti Prasasti Ukir Negara, yang dari Gunung Kawi itu tidak di sana tempat aslinya sebenarnya," jelasnya.
Sebelumnya, pemandu wisata Keraton Gunung Kawi bernama Jono menuturkan, dua makam itu merupakan seorang tokoh asal Kerajaan Kediri yang masih keturunan Mpu Sindok. Keduanya konon meninggal dan dimakamkan di daerah Gunung Kawi pada tahun 1115. "Eyang Toenggol Manik dan Eyang Tonggoel Wati ini dari Kerajaan Kediri, dan masih keturunan dari Mpu Sindok," kata Jono.
"Tapi ketika dia jadi raja, dan kemudian mengalihkan pusat pemerintahannya ke Jawa bagian timur ini, kayaknya tidak ada atau mungkin belum ditemukan prasastinya," imbuhnya.
Jika ada kaitannya penemuan lempengan-lempengan tembaga yang diduga prasasti di kawasan Gunung Kawi, maka perlu diteliti kembali kebenarannya. Sebab bisa saja prasasti itu letaknya bukan di situ, apalagi lempengan tembaga cukup mudah dipindah ke mana-mana.
Baca juga: Kronologi Penikaman Balita 2,8 Tahun di Minahasa Selatan, Pelaku dan Pacar Mabuk Miras
Lempengan itu ditemukan seseorang di perkebunan kopi, atau lainya di sekitar Gunung Kawi, namun tidak ada kaitannya dengan Gunung Kawi. "Sehingga kalaupun ditemukan Prasasti Sindok di Gunung Kawi umpamanya bisa saja dibawa orang, dialihkan, disimpan, disembunyikan, akhirnya ditemukan ditemukannya di Gunung Kawi, seperti Prasasti Ukir Negara, yang dari Gunung Kawi itu tidak di sana tempat aslinya sebenarnya," jelasnya.
Sebelumnya, pemandu wisata Keraton Gunung Kawi bernama Jono menuturkan, dua makam itu merupakan seorang tokoh asal Kerajaan Kediri yang masih keturunan Mpu Sindok. Keduanya konon meninggal dan dimakamkan di daerah Gunung Kawi pada tahun 1115. "Eyang Toenggol Manik dan Eyang Tonggoel Wati ini dari Kerajaan Kediri, dan masih keturunan dari Mpu Sindok," kata Jono.
(eyt)
Lihat Juga :