Kemarau Panjang, Ribuan Warga Mojokerto Terancam Krisis Air Bersih
Selasa, 04 Agustus 2020 - 20:47 WIB
Kepada BPBD Kabupaten Mojokerto Muhammad Zaini menyatakan, sejak awal Agustus 2020, krisis air bersih sudah melanda ribuan warga di Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro. Pihaknya sudah mulai mendistribusikan air bersih.
"Dusun Telogo, Desa Kunjorowesi ini sudah mengalami krisis air bersih selama sepekan sejak awal Agustus ini. Kami juga sudah menetapkan status tanggap darurat," kata Zaini Selasa (4/8/2020).
Menurutnya, penetapan status tanggap darurat dilakukan salah satunya agar masyarakat luar bisa membantu untuk mendistribusikan air bersih kepada awarga terdampak. Sehingga kebutuhan air bersih bagi ratusan warga Dusun Telogo, bisa teratasi.
(Baca juga: Arumi Bachsin dan Nayla Baddrut Tamam Ajak Warga Pamekasan Gemar Makan Ikan )
Selain di Desa Kunjorowesi, mengacu tahun-tahun sebelumnya beberapa desa yang mengalami krisis air bersih saat kemarau diantaranya, Desa Manduromanggunggajah, Desa Kutogirang, dan Desa Wotanmas Jedong, di Kecamatan Ngoro. Dari empat desa itu terdapat sekitar 3.297 jiwa yang biasa terdampak kekeringan.
"Dusun Telogo, Desa Kunjorowesi ini sudah mengalami krisis air bersih selama sepekan sejak awal Agustus ini. Kami juga sudah menetapkan status tanggap darurat," kata Zaini Selasa (4/8/2020).
Menurutnya, penetapan status tanggap darurat dilakukan salah satunya agar masyarakat luar bisa membantu untuk mendistribusikan air bersih kepada awarga terdampak. Sehingga kebutuhan air bersih bagi ratusan warga Dusun Telogo, bisa teratasi.
(Baca juga: Arumi Bachsin dan Nayla Baddrut Tamam Ajak Warga Pamekasan Gemar Makan Ikan )
Selain di Desa Kunjorowesi, mengacu tahun-tahun sebelumnya beberapa desa yang mengalami krisis air bersih saat kemarau diantaranya, Desa Manduromanggunggajah, Desa Kutogirang, dan Desa Wotanmas Jedong, di Kecamatan Ngoro. Dari empat desa itu terdapat sekitar 3.297 jiwa yang biasa terdampak kekeringan.
Lihat Juga :