Daerah Enggan Gelar Tes Massal, Pemprov Jateng Terjunkan Tim
Selasa, 04 Agustus 2020 - 17:19 WIB
Dari laporan tim ahli penanganan Covid-19, tingkat persebaran Covid-19 di Jateng hampir merata. Angka reproduksi efektif atau RT pada minggu ke-31 meningkat dibanding minggu ke-30. "Peningkatan ini terjadi terus menerus selama empat minggu terakhir. Artinya apa, ini serius," ucapnya.
Untuk daerah dengan angka reproduksi efektif di atas satu, bertambah enam Kabupaten/Kota dan menjadi 25 Kabupaten/Kota. Dengan hasil itu, maka penambahan hampir terjadi di semua daerah. (Baca: Genjot Tes Massal COVID, Jateng Tingkatkan Kapasitas Tes 4.991 Perhari )
"Kabupaten Jepara tertinggi dan kami pantau terus, termasuk Solo Raya dan eks karesidenan Kedu yang menjadi perhatian kami. Untuk itu, saat ini kami mengoptimalkan koordinator wilayah di enam eks karesidenan untuk membantu menyelesaikan persoalan-persoalan itu," pungkasnya.
Seperti diberitakan, Gubernur Ganjar Pranowo menyebut ada kepala daerah di Jateng yang enggan melakukan tes massal karena khawatir angka positif Covid-19 di daerahnya membengkak. Ia pun eminta semua kepala daerah di Jateng jujur dan tidak takut citra dengan cara terus mengejar kasus positif Covid-19, agar bisa dilakukan penuntasan.
Untuk daerah dengan angka reproduksi efektif di atas satu, bertambah enam Kabupaten/Kota dan menjadi 25 Kabupaten/Kota. Dengan hasil itu, maka penambahan hampir terjadi di semua daerah. (Baca: Genjot Tes Massal COVID, Jateng Tingkatkan Kapasitas Tes 4.991 Perhari )
"Kabupaten Jepara tertinggi dan kami pantau terus, termasuk Solo Raya dan eks karesidenan Kedu yang menjadi perhatian kami. Untuk itu, saat ini kami mengoptimalkan koordinator wilayah di enam eks karesidenan untuk membantu menyelesaikan persoalan-persoalan itu," pungkasnya.
Seperti diberitakan, Gubernur Ganjar Pranowo menyebut ada kepala daerah di Jateng yang enggan melakukan tes massal karena khawatir angka positif Covid-19 di daerahnya membengkak. Ia pun eminta semua kepala daerah di Jateng jujur dan tidak takut citra dengan cara terus mengejar kasus positif Covid-19, agar bisa dilakukan penuntasan.
(don)
Lihat Juga :