Kisah Bocah Darwin, Untung Jualan Cilok Demi Dapatkan Kuota Internet untuk Belajar Online

Selasa, 04 Agustus 2020 - 14:01 WIB
Anak kedua dari pasangan Iskandar (40th) dan Widaningsih (38th) ini menjajakan cilok dari siang sampai sore hari. Darwin menggantikan posisi ibunya yang telah berjualan sejak pagi. Uang hasil berjualan kemudian diserahkan ke ibunya untuk setoran ke juragan cilok.

"Setelah ibu setor ke bos cilok, saya dikasih uang. Tidak tentu, kalau laris bisa 20 ribu rupiah. Uang ini saya pakai buat beli paket internet, terus buat jajan sama adik," imbuhnya.

Sementara itu, Widaningsih mengaku jual cilok ini merupakan kemauan sang anak. "Awalnya saya suruh ambil gerobak, waktu itu kakaknya sedang sakit, jadi saya harus pulang. Tanpa sepengetahuannya gerobak justru Darwin pakai jualan berkeliling, " terang ibu tiga anak tersebut. (BACA JUGA: Dokter Top Rusia: Covid-19 Adalah Latihan untuk Perang Biologis)

Ayah Darwin bekerja sebagai petugas kebersihan di sebuah rumah sakit di Solo. Sedangkan kakaknya, Aprilia Putri Ningsih (18) tinggal di rumah merawat sang adik, Arya Farhan Jazilin yang berusia hampir 4 tahun. Keluarga berisi 5 orang ini tinggal di sebuah kontrakan di Kampung Candi yang ada di belakang Kantor Desa Cemani.
(vit)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!