Ini Kondisi Demokrasi di Jabar, Kebebasan Sipil Merosot Tajam

Senin, 03 Agustus 2020 - 16:02 WIB
Lembaga demokrasi naik dikarenakan ada peran partai politik yang cukup besar. Turunnya aspek kebebasan sipil di Jabar, disebabkan oleh beberapa variabel. Salah satunya kebebasan berkumpul dan berserikat masyarakat mengalami penurunan cukup signifikan.

"Indikator dari variabel ini misalnya adanya ancaman kekerasan oleh aparat pemerintah. Kemudian ada ancaman oleh tokoh masyarakat, tindakan atau pernyataan pejabat yang menghalangi kebebasan beragama, sara, dan lainnya," jelas Dyah.

Tak hanya kebebasan berkumpul dan berserikat yang mengalami penurunan. Demokrasi di Jabar juga mengalami kemerosotan pada variabel kebebasan berpendapat sebesar 13 poin, kebebasan dari diskriminasi turun 7,8 poin. (Baca: Indeks Demokrasi di Jabar Belum Masuk Kategori Baik )

Lebih lanjut dia menjelaskan, IDI dibuat untuk melihat perkembangan demokrasi di Indonesia baik provinsi atau nasional. Ini adalah upaya untuk mengetahui perkembangan demokrasi yang sesungguhnya.

Komponen IDI terdiri atas 3 aspek, 11 variabel, dan 28 indikator. 3 aspek meliputi kebebasan sipil, hak politik, dan lembaga demokrasi. Semnstata indikator diantaranya kebebasan berpendapat, hak memilih dan dipilih. Kebebasan berkumpul dan lainnya.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!