Mengaku HRD, Sopir Angkot Peras dan Tiduri 4 Wanita Pencari Kerja
Senin, 03 Agustus 2020 - 13:23 WIB
"Pelaku ini sehari-hari berprofesi sebagai sopir tapi mengaku HRD. Dia dijerat dengan Pasal 372 tentang Penggelapan, 378 tentang Penipuan, serta UU Nomor 44 tahun 2008 tentang Pornografi pasal 35 dan terancam hukuman 12 tahun penjara," sebutnya.
Sementara pelaku Suherman Bin Maman (24) yang tercatat sebagai warga Kampung Balakasap, RT 03/04, Desa Pataruman, Kecamatan Cihampelas, KBB, mengaku sudah menjalankan aksinya sejak Februari 2020. Saat memasang iklan lowongan kerja PT Ultra Jaya di Facebook dia memakai akun palsu dan memasang foto perempuan. Namun saat chating di WA ataupun video call dirinya langsung berkomunikasi.
"Saya terinspirasi dari medsos melakukan penipuan ini. Tadinya cuma mau ngambil uangnya aja, tapi saya mintai foto bugilnya juga sama ajak berhubungan badan dengan dalih agar diterima kerja," tuturnya.
Sementara pelaku Suherman Bin Maman (24) yang tercatat sebagai warga Kampung Balakasap, RT 03/04, Desa Pataruman, Kecamatan Cihampelas, KBB, mengaku sudah menjalankan aksinya sejak Februari 2020. Saat memasang iklan lowongan kerja PT Ultra Jaya di Facebook dia memakai akun palsu dan memasang foto perempuan. Namun saat chating di WA ataupun video call dirinya langsung berkomunikasi.
"Saya terinspirasi dari medsos melakukan penipuan ini. Tadinya cuma mau ngambil uangnya aja, tapi saya mintai foto bugilnya juga sama ajak berhubungan badan dengan dalih agar diterima kerja," tuturnya.
(msd)
Lihat Juga :