Pesanan Baju Hamzat di Kemenkes Macet, Tenaga Kerja Terancam PHK
Sabtu, 25 Juli 2020 - 12:56 WIB
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) diminta untuk memperhatikan nasib kaum buruh yang memproduksi Alat Pelindung Diri (APD) atau baju hazmat tenaga medis dalam menangani pasien COVID-19. (Foto/Ist)
BOGOR - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) diminta untuk memperhatikan nasib kaum buruh yang memproduksi Alat Pelindung Diri (APD) atau baju hazmat tenaga medis dalam menangani pasien COVID-19.
Banyak perusahaan produsen baju hazmat dalam negeri yang mengalami ketersendatan dalam proses penyerapannya di Kementerian Kesehatan.
Hal itu disampaikan salah seorang produsen baju hazmat, Prima Pradana dalam keterangannya kepada wartawan di Bogor, Jawa Barat, Jumat (25/7/2020). (BACA JUGA: Pantau Program Kemendikbud, KPK Apresiasi NU dan Muhammadiyah Mundur)
Menurut Prima Pradana, saat wabah pandemi COVID-19, pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan meminta beberapa perusahaan untuk mempercepat produksi baju hazmat dalam negeri.
Banyak perusahaan produsen baju hazmat dalam negeri yang mengalami ketersendatan dalam proses penyerapannya di Kementerian Kesehatan.
Hal itu disampaikan salah seorang produsen baju hazmat, Prima Pradana dalam keterangannya kepada wartawan di Bogor, Jawa Barat, Jumat (25/7/2020). (BACA JUGA: Pantau Program Kemendikbud, KPK Apresiasi NU dan Muhammadiyah Mundur)
Menurut Prima Pradana, saat wabah pandemi COVID-19, pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan meminta beberapa perusahaan untuk mempercepat produksi baju hazmat dalam negeri.
Lihat Juga :