Santri di Watampone Sulsel Tewas Usai Berduel dengan Teman di Lapangan Futsal
Sabtu, 17 Juni 2023 - 08:04 WIB
Seorang santri di Watampone, Kabupaten Bone, Sulsel tewas usai berduel dengan sahabatnya sendiri. Korban bernama AT sempat dibawa kerumah sakit, namun nyawa korban tidak dapat ditolong. Foto ilustrasi
WATAMPONE - Seorang santri di Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) tewas usai berduel dengan sahabatnya sendiri. Korban bernama AT sempat dibawa kerumah sakit, namun nyawa korban tidak dapat ditolong.
Korban adalah seorang santri di pesantren modern Al-Junaidiyah Biru Watampone. Korban berkelahi dengan temannya yang berinisial RM. Baca juga: Sambut Pesta Demokrasi 2024, Santri Harus Jadi Pelopor Persatuan Bangsa
Perkelahian yang mengakibatkan meninggalnya siswa kelas 7 ini terjadi di lapangan futsal di pesantren Al-Junaidiyah Biru yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Biru, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone.
Peristiwa tersebut berawal saat para santri baru saja selesai salat dhuhur dan makan bersama. Kemudian mereka ramai-ramai membersihkan lapangan futsal dari genangan air. Namun korban terkena percikan air sehingga korban memukul pelaku dengan sapu.
Tidak terima dipukul oleh korban, pelaku kemudian membalas korban hingga keduanya pun terlibat perkelahian. Pelaku mendorong korban hingga korban terjatuh dan tidak sadarkan diri.
Walau korban sempat dibawa ke Rumah Sakit M. Yasin Watampone untuk mendapatkan perawatan medis, namun nyawa korban tidak dapat diselamatkan. Baca juga: Kunjungi Pesantren Ar Raudhoh Batang, Menparekraf Sandiaga Uno Beri Bimbingan Teknis Santri Go Digital
Korban adalah seorang santri di pesantren modern Al-Junaidiyah Biru Watampone. Korban berkelahi dengan temannya yang berinisial RM. Baca juga: Sambut Pesta Demokrasi 2024, Santri Harus Jadi Pelopor Persatuan Bangsa
Perkelahian yang mengakibatkan meninggalnya siswa kelas 7 ini terjadi di lapangan futsal di pesantren Al-Junaidiyah Biru yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Biru, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone.
Peristiwa tersebut berawal saat para santri baru saja selesai salat dhuhur dan makan bersama. Kemudian mereka ramai-ramai membersihkan lapangan futsal dari genangan air. Namun korban terkena percikan air sehingga korban memukul pelaku dengan sapu.
Tidak terima dipukul oleh korban, pelaku kemudian membalas korban hingga keduanya pun terlibat perkelahian. Pelaku mendorong korban hingga korban terjatuh dan tidak sadarkan diri.
Walau korban sempat dibawa ke Rumah Sakit M. Yasin Watampone untuk mendapatkan perawatan medis, namun nyawa korban tidak dapat diselamatkan. Baca juga: Kunjungi Pesantren Ar Raudhoh Batang, Menparekraf Sandiaga Uno Beri Bimbingan Teknis Santri Go Digital
Lihat Juga :