Pilwali Surabaya Dimasa Pandemi, Ini Peringatan Dokter Sukma
Jum'at, 17 Juli 2020 - 09:41 WIB
Terpisah, Subairi, Komisioner KPU Kota Surabaya Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM meyakinkan kalau pihaknya melaksanakan protokol kesehatan secara ketat dalam setiap tahapan pilwali. Karena itu seluruh petugas di lapangan dilengkapi alat pelindung diri (APD) hingga alat semprot disinfektan.
Alumni Universitas Negeri Surabaya (Unesa) ini mengungkapkan, pihaknya juga memecah Tempat Pemungutan Suara (TPS) sehingga jumlahnya lebih banyak dari rencana awal. Langkah itu dilakukan sebagai upaya dari physical distancing atau menjaga jarak pemilih di TPS.
"Saat ini KPU punya dua tugas utama, pertama sebagai penyelenggara pemilu yang menjamin hak konstitusi warga negara. Kedua menjadi Gugus Tugas yang menjamin keselamatan warga negara dalam melaksanakan hak pilih. Insya Allah, pilwali Surabaya aman dilaksanakan tahun ini, warga Surabaya tak perlu takut datang ke TPS," tegas aktivis Ansor tersebut.
Alumni Universitas Negeri Surabaya (Unesa) ini mengungkapkan, pihaknya juga memecah Tempat Pemungutan Suara (TPS) sehingga jumlahnya lebih banyak dari rencana awal. Langkah itu dilakukan sebagai upaya dari physical distancing atau menjaga jarak pemilih di TPS.
"Saat ini KPU punya dua tugas utama, pertama sebagai penyelenggara pemilu yang menjamin hak konstitusi warga negara. Kedua menjadi Gugus Tugas yang menjamin keselamatan warga negara dalam melaksanakan hak pilih. Insya Allah, pilwali Surabaya aman dilaksanakan tahun ini, warga Surabaya tak perlu takut datang ke TPS," tegas aktivis Ansor tersebut.
(eyt)
Lihat Juga :