25.000 Siswa di Bandung Terkendala Alat Belajar Jarak Jauh Daring

Selasa, 14 Juli 2020 - 16:19 WIB
Foto/SINDOnews/Ilustrasi
BANDUNG - Sebesar 9,2% dari 300 ribu atau sekitar 25.000 siswa taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), dan sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Bandung terkendala alat penunjang untuk Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau belajar di rumah secara dalam jaringan (daring).

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung meminta sekolah memfasilitasi alat penunjang PJJ kepada para siswa yang terkendala tersebut. Seperti telepon seluler (ponsel) pintar dan laptop. (BACA JUGA: Hindari Klaster Baru, Uji Coba Sekolah Tatap Muka Mesti Dievaluasi Berkala )



"Ada satu keluarga yang punya handphone hanya bapaknya. Bahkan ada satu keluarga yang tidak memiliki alat penunjang untuk PJJ secara daring," kata Kepala Seksi Kurikulum PP SMP Disdik Kota Bandung Bambang Ariyanto kepada wartawan di Balai Kota Bandung, Selasa (14/7/2020). (BACA JUGA: Kembali Belajar Daring, Siswa dan Wali Murid Mengaku Kebingungan )

Bambang mengemukakan, permasalahan tersebut merupakan tanggung jawab sekolah. Disdik Kota Bandung telah mengimbau sekolah untuk memfasilitasi. (BACA JUGA: Belajar Online via Aplikasi, Forum Orang Tua Siswa Sayangkan Tanpa Uji Coba )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!