ITS Selidiki Tawuran Mahasiswa

Sabtu, 09 Mei 2015 - 11:56 WIB
ITS Selidiki Tawuran...
ITS Selidiki Tawuran Mahasiswa
A A A
SURABAYA - Sukses menutup rapat tawuran mahasiswa antarfakultas yang terjadi pada Rabu (6/5) tidak lantas membuat Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berdiam diri.

Sebaliknya, pihak rektorat yang dipimpin Prof Joni Hermana sebagai rektor baru membentuk Tim Penyelesaian Pelanggaran (TPP). Hingga kemarin, TPP terus memanggil mahasiswa lintas jurusan, terutama Fakultas Teknologi Kelautan; dan Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Mesin, yang terlibat bentrok saat futsal antarfakultas berlangsung.

TPP berupaya mencari penyebab pasti tawuran, menyelesaikan sekaligus memberi sanksi bagi mahasiswa yang dinilai menjadi biang dalam kampus yang harusnya menjadi “rumah” kaum intelek itu. Pembentukan TPP disampaikan Rektor ITS Prof Joni Hermana, di sela-sela hari pertama pelaksanaan Marine Icon 2015 di Kalimas, area Monumen Kapal Selam (Monkasel) Surabaya, kemarin.

“Biasa (ribut) namanya anakanak, namanya keluarga. Sudah selesaikan itu, moga tak ada lagi,” kata Joni saat dikonfirmasi KORAN SINDO JATIM kemarin. Menurut dia, meski kerja TPP belum kelar, sanksi sudah pasti akan diberikan kepada mahasiswa yang terlibat perusakan kaca mobil di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).

Selain itu, sanksi akan dijatuhkan kepada mahasiswa yang membuat mahasiswa lain terluka hingga harus dilarikan ke rumah sakit. “Sanksi terhadap yang merusak sanksinya ganti. Mereka harus tanggung jawab, sekecil apa pun harus diberi catatan. Kita kampus intelektual muda. Saya yakin mereka bisa selesaikan masalah sendiri,” tandas alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) ini.

Joni mengaku sudah menerima laporan singkat pemicu tawuran, yakni diawali saling ejek antardua kelompok. Bagi Joni, seharusnya hati mahasiswa boleh panas, tapi kepala harus tetap dingin. Joni menilai semua ini bagian demokrasi, proses pendewasaan mahasiswa di kampus. Meski demikian, dia tetap menyesalkan terjadinya tawuran.

Dekan Fakultas Teknologi Kelautan ITS Eko Budi Djatmiko menambahkan, TPP sejak dibentuk sesaat setelah kejadian, esok harinya langsung bekerja. “Nanti siang (kemarin) saya undang ketua BEM, Hima (Himpunan Mahasiswa) tingkat jurusan untuk bertemu,” kata Eko Budi.

Terkait keberadaan mahasiswa yang terluka, Eko Budi mengaku belum berpikiran membawa masalah ini ke kepolisian. Semua menunggu hasil kerja TPP. Sementara itu, dari penelusuran pada sejumlah mahasiswa, tawuran melibatkan mahasiswa Teknik Mesin dengan Teknologi Kelautan.

“Awalnya saling olok, saling hina kemudian terjadi tawuran. Ada yang melempar helm, ada yang memecahkan kaca mobil,” tutur salah seorang mahasiswa yang minta namanya tidak ditulis.

Soeprayitno
(ftr)
Berita Terkait
DPW PKS Jawa Timur Siap...
DPW PKS Jawa Timur Siap Sinergi dan Kolaborasi Bangun Jawa Timur
Inflasi Jawa Timur September...
Inflasi Jawa Timur September Tertinggi di Pulau Jawa
China Mendominasi Impor...
China Mendominasi Impor Jawa Timur
Hari Pertama PPKM, 792...
Hari Pertama PPKM, 792 Warga Jatim Positif COVID-19
Gubernur Khofifah dan...
Gubernur Khofifah dan Dubes Finlandia Jajaki Potensi Kerjasama Pendidikan dan Teknologi
BPH Migas bersama Anggota...
BPH Migas bersama Anggota Komisi VII DPR RI Gelar Sosialisasi
Berita Terkini
Polisi Tetapkan Pengirim...
Polisi Tetapkan Pengirim Teror Bom SDN Srengseng Sawah sebagai Tersangka
1 jam yang lalu
Rawat Toleransi, Rampeani...
Rawat Toleransi, Rampeani Rachman Perindo Realisasikan Aspirasi Jemaat Gereja di Mimika
2 jam yang lalu
Kronologi JPO Tendean...
Kronologi JPO Tendean Ditabrak Truk Pengangkut Alat Berat hingga Nyaris Ambruk
4 jam yang lalu
JPO Tendean yang Ditabrak...
JPO Tendean yang Ditabrak Truk Belum Dievakuasi, Polisi Tunggu Pengerahan Alat Berat
5 jam yang lalu
Universitas Yarsi Dorong...
Universitas Yarsi Dorong Budidaya Perikanan melalui Inovasi POC di Desa Mandalamekar
5 jam yang lalu
Rumah di Koja Jakarta...
Rumah di Koja Jakarta Utara Kebakaran, Diawali Suara Ledakan
5 jam yang lalu
Infografis
Kartu Jakarta Mahasiswa...
Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul Tak Terdampak Efisiensi Anggaran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved