Barang Curian Dijual Online

Selasa, 05 Mei 2015 - 10:50 WIB
Barang Curian Dijual...
Barang Curian Dijual Online
A A A
TULUNGAGUNG - Satreskrim Polres Tulungagung berhasil membongkar sindikat perdagangan barang curian secara online (daring ) , dan menangkap dua remaja yang diidentifikasi sebagai pelaku pencurian, penadah, sekaligus penjual menggunakan jasa lapak barang bekas di laman internet.

“Masing-masing berperan sebagai pencuri dan penadah. Barang hasil curian yang dibeli tersangka NN, 20, kemudian dijual secara online melalui lapak-lapak barang bekas yang ada di internet,” ungkap Kasat Reskrim Polres Tulungagung, AKP Edy Herwiyanta, saat gelar perkara di halaman ruang sat reskrim, kemarin.

Sementara satu tersangka lainnya yang diidentifikasi sebagai pelaku pencurian adalah BS, 22. Keduanya tercatat sebagai warga Desa Wajaklor, Kecamatan Kedungwaru (BS), dan warga Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru (NN). “Tersangka BS ini merupakan residivis kambuhan. Dia pernah ditangkap dan ditembak di bagian kakinya oleh jajaran Polsek Gubeng Surabaya, dan Polres Kediri Kota dalam kasus serupa,” ungkap Edy.

Saat gelar perkara di halaman Sat Reskrim Polres Tulungagung, kaki kanan BS dalam keadaan diperban dan diberi alat bantu penyangga karena kembali mengalami luka tembak di bagian paha kanan. Menurut Edy, BS tiga kali berusaha kabur setiap kali akan disergap tim buru sergap.

“Pertama, penyergapan dilakukan di rumah tersangka, Desa Plosokandang, namun berhasil kabur dan lari ke wilayah hutan di sekitar Popoh (Tulungagung bagian selatan). Lalu, disergap lagi, dan dia kembali kabur ke Surabaya di daerah Gayung Kebonsari. Di sana tersangka mau kabur lagi saat disergap, sehingga terpaksa kami lumpuhkan,” papar Edy.

Tertangkapnya BS membuka informasi ke mana saja aliran barang curian BS dari sejumlah kota di Jatim. Polisi kemudian mengendus peran NN selaku penadah tunggal yang kemudian memasarkan barang-barang hasil curian tersebut secara daring , baik melalui laman resmi penjualan barang bekas di internet maupun melalui jasa layanan sosial media seperti BlackBerry Messenger (BBM), WhatsApp, Twitter , maupun Facebook .

“Seluruh barang bukti hasil curian dari tiga lembaga sekolah yang berhasil kami sita akan dikembalikan, besok (Selasa, 5/5),” ujarnya. Sementara itu, NN ketika ditanya mengaku terpaksa melakukan aksi melanggar hukum tersebut karena kesulitan ekonomi. “Ya , saya terpaksa melakukannya,” katanya singkat.

Muhammad roqib/ ant
(ftr)
Berita Terkait
DPW PKS Jawa Timur Siap...
DPW PKS Jawa Timur Siap Sinergi dan Kolaborasi Bangun Jawa Timur
Inflasi Jawa Timur September...
Inflasi Jawa Timur September Tertinggi di Pulau Jawa
China Mendominasi Impor...
China Mendominasi Impor Jawa Timur
BPH Migas bersama Anggota...
BPH Migas bersama Anggota Komisi VII DPR RI Gelar Sosialisasi
Hari Pertama PPKM, 792...
Hari Pertama PPKM, 792 Warga Jatim Positif COVID-19
Gubernur Khofifah dan...
Gubernur Khofifah dan Dubes Finlandia Jajaki Potensi Kerjasama Pendidikan dan Teknologi
Berita Terkini
154 Warga Terjangkit...
154 Warga Terjangkit ISPA Imbas Kebakaran TPA Jatiwaringin, Mayoritas Balita-Ibu Hamil
9 jam yang lalu
UMKM Binaan Astra Tembus...
UMKM Binaan Astra Tembus ke Luar Negeri, Omzet Petani Naik Jadi Rp11,9 Miliar
9 jam yang lalu
Anggota DPRD Jakarta...
Anggota DPRD Jakarta Sebut Flyover Latumenten Bisa Kurangi Macet 40%
9 jam yang lalu
Sisir TKP Kasus Penganiayaan,...
Sisir TKP Kasus Penganiayaan, Polda Jabar Ungkap Taufik Hidayat Pukul YTR dengan Helm dan Besi
10 jam yang lalu
FKM UI Gelar Pelatihan...
FKM UI Gelar Pelatihan K3 dan Kesiapsiagaan Kebakaran untuk Guru SMPN 107 Jakarta
11 jam yang lalu
Pemprov DKI Bakal Bangun...
Pemprov DKI Bakal Bangun Tanggul 1,48 Kilometer di Kali Grogol Kemanggisan
11 jam yang lalu
Infografis
Driver Online Gelar...
Driver Online Gelar Aksi Mogok Massal se-Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved