Korban Lumpur Lapindo Gelar Istigasah

Jum'at, 01 Mei 2015 - 09:11 WIB
Korban Lumpur Lapindo...
Korban Lumpur Lapindo Gelar Istigasah
A A A
SIDOARJO - Korban lumpur terus mendesak pemerintah agar segera mencairkan dana talangan. Salah satunya dengan kembali menggelar aksi demo dan istigasah di sekitar tanggul lumpur kemarin.

Mereka mengancam akan menghentikan aktivitas penanggulan dan memblokade Jalan Raya Porong. ”Kami akan terus menggelar aksi demo sampai ada pelunasan ganti rugi,” ujar Sunarni, korban lumpur asal Jatirejo, Kecamatan Porong. Korban lumpur Lapindo di peta area terdampak (PAT) tersebut mengaku sudah jenuh dengan janji-janji pelunasan pembayaran. Pasalnya, sudah hampir sembilan tahun mereka menunggu kepastian pembayaran ganti rugi.

Seperti aksi demo beberapa waktu lalu, mereka mengancam akan kembali menghentikan segala aktivitas penanganan lumpur yang dilakukan Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS). Bukan hanya itu, mereka juga mengancam akan memblokade Jalan Raya Porong. Pemerintah memang sudah mengalokasikan dana talangan di APBN-Perubahan 2015. Namun, sampai saat ini belum ada kejelasan kapan dana sebesar Rp 781 miliar itu akan cair.

Korban lumpur kembali menegaskan, jika seminggu sebelum peringatan sembilan tahun semburan lumpur Lapindo pada 29 Mei belum ada pembayaran, mereka mengancam merealisasikan niatnya memblokade semua aktivitas BPLS di sekitar tanggul dan memblokade Jalan Raya Porong. ”Pokoknya seminggu sebelum peringatan sembilan tahun semburan lumpur tidak ada pelunasan, kami akan demo besar-besaran,” tambah Sudibyo, korban lumpur asal Renokenongo.

Korban lumpur juga menagih janji Presiden Joko Widodo saat kampanye yang akan menuntaskan pembayaran ganti rugi korban lumpur. Kenyataannya, hampir enam bulan berkuasa, permasalahan lumpur belum selesai. Sekadar diketahui, ganti rugi yang belum dilunasi Lapindo sebanyak 3.337 berkas atau senilai Rp781 miliar. Sebanyak 3.337 berkas akan diberikan kepada pemerintah untuk kepentingan pembayaran. Selama ini dari sekitar 13.317 berkas hanya 3.337 berkas yang belum dilunasi oleh MLJ.

Sedangkan, sisanya sudah dibayar MLJ dengan mekanisme pembayaran 20% dan 80% serta dengan metode ganti tanah dan rumah (resetlement). Jika ditotal, dana yang sudah dikeluarkan Lapindo untuk menangani masalah sosial, khususnya pembayaran aset korban lumpur, lebih dari Rp3 triliun.

Belum lagi, dana yang dikeluarkan untuk menangani semburan lumpur sebelum ditangani pemerintah mencapai Rp4 triliun.

Abdul rouf
(ftr)
Berita Terkait
DPW PKS Jawa Timur Siap...
DPW PKS Jawa Timur Siap Sinergi dan Kolaborasi Bangun Jawa Timur
Inflasi Jawa Timur September...
Inflasi Jawa Timur September Tertinggi di Pulau Jawa
China Mendominasi Impor...
China Mendominasi Impor Jawa Timur
Hari Pertama PPKM, 792...
Hari Pertama PPKM, 792 Warga Jatim Positif COVID-19
Gubernur Khofifah dan...
Gubernur Khofifah dan Dubes Finlandia Jajaki Potensi Kerjasama Pendidikan dan Teknologi
BPH Migas bersama Anggota...
BPH Migas bersama Anggota Komisi VII DPR RI Gelar Sosialisasi
Berita Terkini
PSN Papua Tetap Perhatikan...
PSN Papua Tetap Perhatikan Kelestarian Lingkungan dan Serap Ribuan Tenaga Kerja OAP
21 menit yang lalu
Saiful Mujani Penuhi...
Saiful Mujani Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya terkait Kasus Dugaan Penghasutan
3 jam yang lalu
2 WNA Ditemukan Tewas...
2 WNA Ditemukan Tewas di Apartemen Jakbar
4 jam yang lalu
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
6 jam yang lalu
4 Kombes Digeser ke...
4 Kombes Digeser ke Polda Pulau Jawa pada Mutasi Polri Mei 2026
7 jam yang lalu
Bayar PBB-P2 hingga...
Bayar PBB-P2 hingga 31 Juli, Warga Jakarta Otomatis Dapat Potongan 7,5%
7 jam yang lalu
Infografis
Korut Gelar Latihan...
Korut Gelar Latihan Serangan Balik Nuklir Dipantau Kim Jong-un
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved