Sampah Penuhi Pantai di Pesisir Bantul

Rabu, 29 April 2015 - 10:27 WIB
Sampah Penuhi Pantai...
Sampah Penuhi Pantai di Pesisir Bantul
A A A
BANTUL - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bantul kewalahan mengatasi permasalahan sampah dipantai yang timbul akibat banjir akhir pekan lalu.

Minimnya peralatan angkut serta ketergantungannya dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) menjadi penyebab Disbudpar kewalahan mengatasi sampah. Kepala Disbudpar Bantul Bam bang Legowo mengakui, akibat hujan dan banjir yang melanda kawasan DIY pada umumnya, sampah-sampah kiriman memenuhi kawasan pantai. Hampir sepanjang pantai di Bantul dipenuhi dengan sampah.

Sehingga petugas kebersihan yang berjumlah 39 orang dari Disbudpar harus bekerja ekstra keras untuk membersihkannya. “Setiap musim hujan dan banyak pengunjung, sampah memang menjadi persoalan tersendiri,” ujar Bambang, kemarin. Bambang mengatakan, saat ini pihaknya sangat bergantung pada DPU Bantul yang bertugas mengangkut sampah-sampah tersebut.

Sehingga untuk segera menghilangkan sampah dari ka wasan obyek wisata menuju ketempat pembuangan akhir harus menunggu jadwal dari DPU Bantul. Tak hanya itu, sering kali armada-armada tersebut merasa kesulitan untuk mengakses sampah-sampah tersebut karena kemacetan sering melanda jalan-jalan menuju keobjek wisata, terutama dikawasan Pantai Parangtritis dan Depok.

Sering kali sampahsampah tersebut akhirnya menumpuk tinggi di beberapa tempat penampungan sementara di Pa rangtritis. “Sering kali truk sampah itu keluar masuknya sangat susah. Jalannya sempit dan kalau pas kunjungan banyak, macetnya ti dak kepalang,” papar Bambang. Untuk itu, tahun ini pihaknya berencana akan melakukan pengadaan truk sampah sebanyak satu unit.

Dengan adanya truk sampah dari Disbudpar Ban tul dapat dengan leluasa me ngangkut sampah dari obyek wisata tersebut. Terkait dengan personel, pihaknya mengaku sudah ada meskipun jumlahnya belum memadai. Susanto, salah satu warga Parangtritis mengakui banyak wisatawan yang mengeluhkan sampah menumpuk di penampungan.

Sebagai warga asli Parangtritis, Susanto juga merasa risih bahkan terkadang heran karena selama ini di kawasan tersebut sudah ada petugas kebersihan yang statusnya sudah pegawai negeri sipil (PNS). “Itu sudah ada pegawainya kok bisa sampah tidak tertangani,”ujar pria yang bekerja di sebuah bank ini.

Erfanto linangkung
(bbg)
Berita Terkait
Barista AHA! Cafe Juara...
Barista AHA! Cafe Juara Satu Turnamen Barista di Yogyakarta!
SIG Jamin Kekokohan...
SIG Jamin Kekokohan Konstruksi Tol Jogja-Solo
AHA Cafe Next Hotel...
AHA Cafe Next Hotel Yogyakarta Sukses Gelar Latte Art Competition
LBH Yogya Terima 51...
LBH Yogya Terima 51 Aduan Orang Hilang Usai Aksi Tolak Omnibus Law
Antusiasme Mahasiswa...
Antusiasme Mahasiswa di Yogya Ikuti Bimbingan Remaja Usia Nikah dari Kemenag
Kemenkes Tunggak 80%...
Kemenkes Tunggak 80% Pembayaran Penanganan COVID-19 ke RSUD Yogya
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
2 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
2 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
2 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
2 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
3 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
4 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved