Dua Penderita Gangguan Jiwa di Kota Blitar Dibebaskan dari Pasungan

Rabu, 29 April 2015 - 06:06 WIB
Dua Penderita Gangguan...
Dua Penderita Gangguan Jiwa di Kota Blitar Dibebaskan dari Pasungan
A A A
BLITAR - Sebanyak 447 warga Kota Blitar teridentifikasi mengidap gangguan jiwa. 20 orang di antaranya menjalani hidup dalam pasungan.

Secara bertahap, Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM) Kota Blitar membebaskan dua orang pasien dari pasungan.

"Kita telah berhasil membebaskan dua orang pasien dari pasungan," ujar Ketua Tim TPKJM Kota Blitar Sri Winarti kepada wartawan, Selasa (28/4/2015).

Mu (65), warga Kelurahan Blitar, Kecamatan Sukorejo hidup dalam pasungan. Selama 30 tahun sepasang kakinya dirantai.

Keluarga bersangkutan yang menginginkan pola penanganan primitif itu. Alasannya, meresahkan, berbahaya, dan mengancam jiwa orang lain.

Aib, rasa malu, dan faktor ekonomi juga kerap menjadi dalih pemasungan penderita gangguan jiwa.

Nasib serupa dialami Wa (35), warga Kelurahan Tanggung, Kecamatan Kepanjenkidul. Selama dua puluh tahun, dia dipasung orangtuanya.

TPKJM Dinas Kesehatan Kota Blitar bekerja sama dengan Community Mental Health Nourse Jawa Timur. Sebab, Pemprov Jawa Timur memiliki program tahun 2015 bebas pasungan.

"Pembebasan ini dilakukan secara bertahap. Targetnya semuanya terhindar dari penanganan yang tidak manusiawi itu," terang Sri Winarti.

Setelah penderita gangguan jiwa itu terbebas dari pasungan, tim secara teknis akan melakukan pendampingan reguler kepada pasien bersangkutan, yakni keterjaminan soal obat-obatan dan makanan.

"Sebab target besarnya semua penderita bisa kembali hidup normal di tengah keluarga dan masyarakat," pungkasnya.

Wakil Ketua DPRD Kota Blitar Totok Sugiarto menyatakan mendukung program Jawa Timur Bebas Pasung.

Sebab, pasung merupakan metode penanganan pasien jiwa yang tidak manusiawi. "Mereka yang sakit itu memiliki hak untuk sembuh dan kembali secara normal di tengah-tengah masyarakatnya," ujarnya.

Seperti diketahui, kasus pasung juga terjadi di wilayah Kabupaten Blitar. Sedikitnya 99 penderita sakit jiwa hingga kini masih hidup dalam pasungan.
(zik)
Berita Terkait
Terkendala Biaya untuk...
Terkendala Biaya untuk Berobat, Kakek Penderita Gangguan Jiwa Ini Terpaksa Dipasung Keluarga
Melawan saat Ditangkap,...
Melawan saat Ditangkap, ODGJ Pelaku Pembunuhan di Sikka Tewas Ditembak
Kesal Ditegur, Orang...
Kesal Ditegur, Orang Dengan Gangguan Jiwa Acungkan Pisau ke Pemotor di Tangsel
Suami Idap Gangguan...
Suami Idap Gangguan Jiwa, Atik Berjibaku Hidupi 3 Anaknya
Ngamuk di Tengah Jalan...
Ngamuk di Tengah Jalan Sambil Bawa Sabit, Pria Ini Gemparkan Warga Banyumas
ODGJ di Sikka Tebas...
ODGJ di Sikka Tebas Warga dengan Golok, 2 Meninggal dan 3 Lainnya Luka Berat
Berita Terkini
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
6 jam yang lalu
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
9 jam yang lalu
Liburan ke China Makin...
Liburan ke China Makin Praktis, Kini Bisa Tinggal Scan Pakai QRIS Cross-Border BRImo!
10 jam yang lalu
Ribuan Masyarakat Antusias...
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Breakfast Jakarta Bersih di Kemendikdasmen
10 jam yang lalu
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
11 jam yang lalu
Suhud Alynudin Dilantik...
Suhud Alynudin Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Jakarta
11 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved