Berburu Batuk Akik di Sungai Leles Subang

Minggu, 12 April 2015 - 18:18 WIB
Berburu Batuk Akik di...
Berburu Batuk Akik di Sungai Leles Subang
A A A
SUBANG - Sungai Leles atau Cipanyairan, di perbatasan Desa Margahayu dengan Cidadap, Kecamatan Pagaden Barat, Subang, setiap harinya kian ramai diserbu para pencari bahan batu akik.

Pencarian batu yang berlangsung nyaris setiap hari di sungai yang terkenal angker karena berdekatan dengan pemakaman itu, dilakukan mereka sejak pagi hingga sore.

Selain warga sekitar, baik dewasa maupun anak-anak, para pemburu batu banyak berasal dari luar daerah Subang, seperti Indramayu, Cirebon, Bandung, Sumedang, bahkan Jakarta.

Kali ini, perburuan batu akik tidak hanya dilakukan di dasar sungai, melainkan meluas dan merambah ke tebing sungai yang diatasnya persis terdapat hamparan pesawahan.

Upaya pencarian bahkan sudah mulai dilakukan dengan cara menggali (mengeksplorasi) tebing dan dasar sungai disaat airnya sedang surut. Penggalian menggunakan alat sederhana, seperti cangkul, golok atau alat lainnya. Beberapa pencari juga membawa palu untuk memecah bebatuan.

"Kalau gak digali, susah dapat bahan batu yang bagus. Soalnya batu-batu yang ada di permukaan dasar sungai sudah habis oleh pencari lainnya," tutur Adang (40), pencari batu asal Kota Subang, Minggu (12/4/2015).

Pemburu batu lainnya, Sukma (35), warga Cirebon, mengaku tahu sungai ini sering dijadikan lokasi mencari bahan batu akik dari pemberitaan di media dan lewat rekannya. Dia memburu batu untuk kebutuhan koleksi pribadi.

"Batu-batu di sini bagus-bagus kualitasnya. Kebanyakan jenisnya fosil dan pancawarna, solar juga ada," ucapnya.

Sementara itu, akibat aktivitas perburuan batu yang meluas ini, sejumlah pemilik sawah di sepanjang aliran sungai mengeluhkan kerusakan. Pasalnya, penggalian tebing sungai untuk mencari batu mengakibatkan bantaran sungai kian terkikis, hingga merusak sebagian areal pesawahan.

"Lahan sawah kami jadi tergerus, longsor, gara-gara tebing sungainya digali oleh warga yang nyari batu. Kalau (penggalian batu) dibiarkan terus, areal sawah bisa habis, dan sungai ini bisa rusak," keluh Koyim (55), petani setempat.

Dia mengaku, sudah memperingatkan para pencari batu agar tidak melakukan penggalian di tebing yang di atasnya terhampar areal pesawahan. Bahkan, dirinya sempat memagar pematang sawah dengan bambu untuk menghalangi jalan masuk pemburu batu.

Tapi, hasilnya nihil. "Gak digubris, tetap saja banyak yang nyari batunya dengan menggali tebing sungai. Bosan negurnya," pungkasnya.
(san)
Berita Terkait
Gelar Acara Forever...
Gelar Acara Forever Young, TBS Bagikan Hadiah Istimewa
Thrill Of Life Super...
Thrill Of Life Super Playground 2022, Sukses Manjakan Komunitas Hobi Jawa Barat
Berbaur dengan Hobi...
Berbaur dengan Hobi Otomotif, Platform Teknologi Finansial Terapkan Stategi Cerdas
Berawal dari Hobi, Iseereds...
Berawal dari Hobi, Iseereds Gelar Kompetisi Arowana Bergengsi
Komunitas Telusur Gang,...
Komunitas Telusur Gang, Upaya Bernostalgia dengan Hangatnya Suasana Perkampungan
Munas IV Asalvo Auto...
Munas IV Asalvo Auto Community, Momentum Perkuat Arah Organisasi
Berita Terkini
Breaking News! Gempa...
Breaking News! Gempa M5,8 Guncang Bone Bolango Gorontalo
57 menit yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Terlambat Imbas Kebakaran di Sekitar Rel
2 jam yang lalu
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
8 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
9 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
9 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
9 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved