Cari Solusi Penyebab Atlet Kalah

Selasa, 07 April 2015 - 10:49 WIB
Cari Solusi Penyebab...
Cari Solusi Penyebab Atlet Kalah
A A A
Rektor Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya Dr Sukardiono tidak hanya berkutat dengan seabrek kegiatan di bidang akademik. Orang nomor satu di kampus yang berlokasi di kawasan Kalijudan ini diam-diam juga mendalami stamina atlet, terutama yang muncul dari mahasiswanya.

Kini atlet di luar lembaga pendidikan yang dipimpin ini menjadi fokusnya. Ini membuat mereka yang tahu kaget. Maklum, pria kelahiran Jombang, 18 Desember 1968, ini berlatar belakang keilmuan kedokteran karena merupakan salah satu alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair).

Konsentrasinya pada atlet membuat pria berkacamata minus ini harus rela bolak-balik ke Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Surabaya, bahkan Jawa Timur. Tujuannya, untuk berkonsultasi soal stamina atlet-atlet Surabaya. ”Saya suka memerhatikan dan menganalisis atlet-atlet Indonesia. Kenapa kok mesti sering kalah di lapangan,” kata Sukardiono.

Fakta ini yang membuat Sukardiono penasaran. Ini yang juga melatarbelakanginya meneruskan studi doktornya ke Pendidikan Olahraga. Karena itu, ini menjadi awal bagi Sukardiono untuk fokus menelusuri langsung penyebab para atlet Indonesia selalu kalah dan kelelahan di lapangan. ”Atlet Indonesia ini sangat mudah kelelahan karena adanya penumpukan asam laktat,” ucap alumnus FK Unair 1998 ini.

Asam laktat ini terbentuk dari sisa metabolisme yang menumpuk di jaringan otot. Penumpukan asam laktat inilah yang akhirnya membuat seseorang mudah kelelahan dan otomatis ketika bertanding akan menimbulkan kelelahan di lapangan. Dia lantas konsentrasi mencari solusi.

Untuk mengurangi kinerja asam laktat di otot, bisa digunakan kristal sodium bikarbonat. Kristal-kristal ini bisa memperlambat proses kinerja asam laktat pada tubuh atlet. ”Sebenarnya banyak yang sudah menggunakan kristal ini, cuma persentasenya tidak maksimal. Untuk penggunaan maksimal, kristal sodium bikarbonat ini digunakan 300 ml dikalikan berat badan atlet,” sebut aktivis Muhammadiyah ini.

Dia lalu mencontohkan, jika berat badan atlet 50 kg, harus mengonsumsi kristal sebanyak 1.500 ml. ”Baru hasilnya maksimal, kalau kurang, biasanya akan mudah kelelahan,” ungkapnya. Meski demikian, dia mengingatkan, latihan disiplin di kalangan atlet juga memengaruhi kemenangannya di lapangan.

Soeprayitno
Surabaya
(bbg)
Berita Terkait
DPW PKS Jawa Timur Siap...
DPW PKS Jawa Timur Siap Sinergi dan Kolaborasi Bangun Jawa Timur
Inflasi Jawa Timur September...
Inflasi Jawa Timur September Tertinggi di Pulau Jawa
China Mendominasi Impor...
China Mendominasi Impor Jawa Timur
Hari Pertama PPKM, 792...
Hari Pertama PPKM, 792 Warga Jatim Positif COVID-19
Gubernur Khofifah dan...
Gubernur Khofifah dan Dubes Finlandia Jajaki Potensi Kerjasama Pendidikan dan Teknologi
BPH Migas bersama Anggota...
BPH Migas bersama Anggota Komisi VII DPR RI Gelar Sosialisasi
Berita Terkini
World Chiz Day 2026,...
World Chiz Day 2026, Prochiz Sasar Lebih dari 1.000 Siswa SD di Tiga Kota
1 jam yang lalu
Keberhasilan Memanfaatkan...
Keberhasilan Memanfaatkan Bonus Demografi Bergantung pada Kualitas Generasi Muda
2 jam yang lalu
Warga Wanam Harap Pembangunan...
Warga Wanam Harap Pembangunan PSN di Papua Selatan Dilanjutkan
2 jam yang lalu
PLN Cikarang Tegaskan...
PLN Cikarang Tegaskan Jarak Aman 3 Meter, Kegiatan Berisiko Tinggi Wajib Koordinasi
2 jam yang lalu
5 Jam Diperiksa Polda...
5 Jam Diperiksa Polda Metro, Saiful Mujani Dicecar 37 Pertanyaan
3 jam yang lalu
Tiket Jakarta Fair 2026...
Tiket Jakarta Fair 2026 Mulai Dibuka Hari ini, Targetkan 6 Juta Pengunjung
3 jam yang lalu
Infografis
15 Perang yang Melibatkan...
15 Perang yang Melibatkan Tentara AS, Pernah Kalah karena 60.000 Pasukan Tewas Sia-sia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved