17 Titik Tebing Ambrol, Jalur Trenggalek-Ponorogo Lumpuh Total

Kamis, 26 Maret 2015 - 13:15 WIB
17 Titik Tebing Ambrol,...
17 Titik Tebing Ambrol, Jalur Trenggalek-Ponorogo Lumpuh Total
A A A
TRENGGALEK - Jalan raya sepanjang 1,5 kilometer di Desa Ngglinggis Kecamatan Tugu Kabupaten Trenggalek terkubur material longsor. Lumpur merah bercampur batu dan potongan kayu yang menutupi badan jalan berasal dari tebing bukit yang ambrol.

Akibatnya, jalur utama Trenggalek-Ponorogo pun lumpuh total. “Hujan deras membuat tebing longsor. Peristiwa itu terjadi Selasa (24/3) malam sekitar pukul 21.00 WIB. Saat itu hujan turun sangat deras,” ujar Andik, warga Sawo Kabupaten Ponorogo kepada wartawan kemarin. Pantauan di lapangan, sedikitnya terdapat 17 titik longsor.

Letaknya sporadis dengan rentang jarak antara satu dengan lainnya berbeda. Tiga titik longsor di antaranya terlihat paling parah karena timbunan material yang menutupi jalan mencapai ketinggian lebih dari 7 meter. Dari informasi yang dihimpun, saat musibah berlangsung, dua truk dan satu unit pikap yang melintas sempat tertimpa material. Semua pengendara selamat sehingga dipastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.

Kendati demikian, belasan kendaraan roda empat dan roda dua terjebak di lokasi bencana. Mereka tidak bisa pergi ke Kabupaten Ponorogo maupun Kota Trenggalek, termasuk Andik yang bersama istri dan dua anaknya. Senasib dengan warga lainnya, dia tertahan di lokasi bencana lebih dari 24 jam. “Saya hendak ke Tulungagung untuk acara keluarga. Berhenti di lokasi karena AC kendaraan saya mati.

Tidak tahunya malah terjebak longsor,” ungkapnya. Untuk membunuh rasa jenuh, Andik mengajak dua anaknya berjalan-jalan di sekitar lokasi kejadian. Nasib serupa dirasakan Nyamin, warga Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo. Dia berencana mengirim 8 ton benih jagung ke Tulungagung. Musibah datang saat posisi kendaraannya tepat berada di antara dua titik longsoran.

“Ini juga seharian belum mandi. Untungnya warung makan di sepanjang jalan ini masih buka,” ucapnya. Imron, pengusaha jangkrik asal Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, memilih mengobral murah dagangannya. Dia khawatir serangga yang hendak dikirim ke Purwokerto dan Cilacap itu akan mati sia-sia. Tiga unit alat berat (eskavator) terlihat diterjunkan ke lokasi bencana.

Sejumlah personel TNI dibantu aparat kepolisian dan petugas BPBD Kabupaten Trenggalek berupaya membuka jalan. Juru bicara Dinas PU Provinsi Jawa Timur Tono mengatakan status jalan lokasi bencana merupakan jalan provinsi. “Karenanya, selain dari pemkab, provinsi juga menerjunkan alat berat,” ucapnya.

Dua unit eskavator bekerja di lokasi longsor yang lebih dekat dengan arah Kota Trenggalek. Satu unit membuka akses untuk tujuan Ponorogo.

Solichan arif
(bhr)
Berita Terkait
DPW PKS Jawa Timur Siap...
DPW PKS Jawa Timur Siap Sinergi dan Kolaborasi Bangun Jawa Timur
Inflasi Jawa Timur September...
Inflasi Jawa Timur September Tertinggi di Pulau Jawa
China Mendominasi Impor...
China Mendominasi Impor Jawa Timur
BPH Migas bersama Anggota...
BPH Migas bersama Anggota Komisi VII DPR RI Gelar Sosialisasi
Hari Pertama PPKM, 792...
Hari Pertama PPKM, 792 Warga Jatim Positif COVID-19
Gubernur Khofifah dan...
Gubernur Khofifah dan Dubes Finlandia Jajaki Potensi Kerjasama Pendidikan dan Teknologi
Berita Terkini
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
2 jam yang lalu
Generasi Hijau dari...
Generasi Hijau dari Lereng Merapi: Pemuda Boyolali Pimpin Masa Depan Peternakan Berkelanjutan
3 jam yang lalu
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
4 jam yang lalu
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
4 jam yang lalu
Terima Suap Rp15 Juta...
Terima Suap Rp15 Juta dan Urus Perkara, Hakim PN Cilacap Dipecat
5 jam yang lalu
Enam Tahun Penerjemahan,...
Enam Tahun Penerjemahan, Alkitab Bahasa Sunda Kini Hadir dalam Format Cetak dan Digital
5 jam yang lalu
Infografis
5 Titik Rawan Perang...
5 Titik Rawan Perang Dunia III pada Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved