Teknologi Tercanggih PT Holcim Tekan Polusi

Kamis, 19 Maret 2015 - 11:56 WIB
Teknologi Tercanggih...
Teknologi Tercanggih PT Holcim Tekan Polusi
A A A
SURABAYA - Keberadaan pabrik sering kali dianggap sebagai penyumbang polusi. Mengingat aktivitas pabrik yang kebanyakan mengeluarkan asap atau debu yang umum terlihat pada pabrik semen.

Namun berbeda dengan PT Holcim Indonesia Tbk salah satu pabrik semen yang berada di wilayah Tuban, sama sekali tidak mengeluarkan debu yang beterbangan meski setiap hari pabrik ini beroperasi. General Manager PT Holcim Indonesia Pabrik Tuban Sidik Darusulistyo menyebutkan, pabrik pengolahan semen yang dibangun oleh PT Holcim Indonesia merupakan salah satu pabrik tercanggih di dunia karena mempunyai alat khusus penangkap debu bernama konveyor dustri.

”Pabrik semen biasanya akan mengeluarkan debu, tetapi pabrik kami sudah menggunakan teknologi canggih sehingga sama sekali tidak ada debu beterbangan, buktinya bisa dilihat sendiri,” kata Sidik kepada KORAN SINDO JATIM saat kunjungan ke Pabrik Holcim di Tuban baru-baru ini. Kecanggihan teknologi penangkap debu ini memang bisa dibuktikan lewat tanaman yang ada di sekitar wilayah pabrik.

Hampir semua tanaman tetap hijau, artinya sama sekali tidak ada debu yang menempel dan tampilan pabrik yang terlihat bersih meski setiap hari beroperasi. Hampir semua area di lokasi pabrik terlihat bebas dari debu. Selain itu, kebisingan pabrik juga tidak terdengar karena selain bisa menangkap debu, pabrik Holcim Tuban ini juga menggunakan teknologi penyerap kebisingan bernama selingser sehingga polusi suara tidak terdengar dan pekerja dapat bekerja dengan nyaman.

Penerapan untuk standar keamanan dan keselamatan kerja juga menjadi fokus utama dalam pengembangan pabrik ini sehingga hampir semua pegawai merasa nyaman dalam bekerja. Pabrik Tuban sendiri mempekerjakan 2.000 karyawan dari masyarakat yang tinggal di ring satu atau berbatasan langsung dengan lokasi pabrik.

Pabrik Semen Holcim yang ada di Tuban sebenarnya ada dua, yakni Pabrik Tuban 1 dan 2. Pabrik Tuban 1 sudah beroperasi sejak 2014 dan mempunyai kapasitas produksi sebesar 1,7 juta ton per tahun. Sedangkan untuk pabrik Tuban 2 masih dalam tahap pembangunan dan rencananya tahun ini akan beroperasi dengan kapasitas produksi yang sama.

Berkat kecanggihan yang dimiliki, pabrik Holcim tiap tahun menduduki tiga besar peringkat internasional sebagai produsen semen terbaik di dunia. Bahkan hampir tiap tahun mendapat berbagai penghargaan terkait perkembangan pabrik maupun isu lingkungan. Salah satunya yakni penghargaan Proper Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk lima kali secara berturut-turut.

”Setiap kami membuka tambang baru, maka lokasi tambang yang lama langsung direklamasi sesuai luas jumlah lokasi tambang yang baru. Misal kita buka lokasi tambang 1 hektare maka lokasi lama yang kami reklamasi juga 1 hektare,” ujar Sidik. Luas lokasi pabrik semen Holcim di Tuban mencapai 79 hektare sedangkan luas lokasi tambang mencapai 400 hektare.

Untuk diketahui, setiaptahunPT Holcim selalu menyampaikan laporan keuangan. Tercatat pada 2014 laba bersih yang diperoleh oleh perusahaan ini mencapai Rp669 miliar dari pendapatan penjualan sebesar Rp10,5 triliun atau meningkat 9%. Holcim mampu mempertahankan pangsa pasar di atas 14% dari pendapatan penjualan sepanjang 2014.

Penjualan semen secara nasional mengalami kenaikan pertumbuhan sebesar 3,3%. Meski laba bersih sebesar Rp669 miliar, tren penjualan tersebut dikatakan turun dibanding dengan target penjualannya. Hal ini disebabkan oleh kelebihan pasokan yang terjadi di pasar dan tekanan dari kenaikan biaya selama 2014, melebihi stimulus ekonomi. Periode 2014 juga merupakan tahun politik dan kondisi sosial politik juga mempengaruhi daya beli masyarakat.

Mamik wijayanti
(bhr)
Berita Terkait
DPW PKS Jawa Timur Siap...
DPW PKS Jawa Timur Siap Sinergi dan Kolaborasi Bangun Jawa Timur
Inflasi Jawa Timur September...
Inflasi Jawa Timur September Tertinggi di Pulau Jawa
China Mendominasi Impor...
China Mendominasi Impor Jawa Timur
Hari Pertama PPKM, 792...
Hari Pertama PPKM, 792 Warga Jatim Positif COVID-19
Gubernur Khofifah dan...
Gubernur Khofifah dan Dubes Finlandia Jajaki Potensi Kerjasama Pendidikan dan Teknologi
BPH Migas bersama Anggota...
BPH Migas bersama Anggota Komisi VII DPR RI Gelar Sosialisasi
Berita Terkini
Rekam Jejak Eks Ketua...
Rekam Jejak Eks Ketua PN Kudus yang Dipecat karena Tilep Uang Rp2 Miliar
8 menit yang lalu
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Polda NTT Perkuat Kesehatan Mental Personel lewat USEFT
21 menit yang lalu
Menkes Pastikan Korban...
Menkes Pastikan Korban Penyekapan di Bandung Jalani Rehabilitasi dan Rekonstruksi secara Optimal
50 menit yang lalu
Ketua Komisi I DPRK...
Ketua Komisi I DPRK Mimika: Perlindungan Warga Sipil Papua Butuh Kolaborasi
52 menit yang lalu
Homedoki Umumkan Pemenang...
Homedoki Umumkan Pemenang Umrah, Perjalanan ke Tanah Suci Agustus 2026
57 menit yang lalu
2 Polisi Dibacok OTK...
2 Polisi Dibacok OTK saat Sedang Bertugas, Gus Falah: Ancaman Serius terhadap Supremasi Hukum
59 menit yang lalu
Infografis
Spesifikasi Fregat Merah...
Spesifikasi Fregat Merah Putih, Kapal Perang Tercanggih dengan Senjata Modern
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved