Massa Pro-Kontra La Nyalla Bentrok

Rabu, 18 Maret 2015 - 10:14 WIB
Massa Pro-Kontra La...
Massa Pro-Kontra La Nyalla Bentrok
A A A
SURABAYA - Unjuk rasa dua kelompok massa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim pada siang kemarin berlangsung ricuh. Massa ormas Pemuda Pancasila yang mendukung Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim La Nyalla Mattalitti terlibat saling lempar dengan massa Paguyuban Arek Jawa Timur (Pagar Jati).

Massa PP melemparkan batu ke arah arak-arakan truk massa Pagar Jati yang mendukung pengusutan korupsi dana hibah Kadin Jatim saat akan keluar dari halaman Kejati Jatim. Akibat kericuhan dalam unjuk rasa ini, arus lalu lintas di depan Kejati Jatim sempat macet. Polisi berusaha mengendalikan dua kelompok massa yang berhamburan dengan meminta mereka kembali ke posisi semula.

”Kami tak ingin ada pihakpihak yang mendiskreditkan ketua kami. Nama beliau dicatut, jadi harus kami bela,” ujar Sekretaris Majelis Pimpinan Wilayah PP Jawa Timur Agus Muslim di depan kantor kejati. Dalam pernyataannya, LSM Pagar Jati meminta kejati segera memeriksa La Nyalla atas dugaan korupsi dana hibah senilai Rp20 miliar.

Ada pun Sekretaris Pagar Jati, Zainul Fadli mengatakan, mereka mendukung program pemerintah dalam penegakan hukum dan keadilan. ”Kami mendukung pembentukan satuan khusus tindak pidana korupsi yang hari ini dibentuk,” kata dia. Dia mengakui dalam pernyataan pers LSM Pagar Jati meminta agar kejati tak berhenti pada dua tersangka yang ditetapkan dalam kasus dana hibah ini.

Sebaliknya, dia meminta jaksa mengembangkan pada pihak-pihak terkait lain, termasuk La Nyalla sebagai Ketua Kadin Jatim. Mengenai ada dua kelompok massa ini, Kasi Penkum Kejati Jatim Romy Arizyanto menyatakan sebagai hal lumrah. Dia memastikan ada dukungan atau tidak terhadap penyidikan yang dilakukan kejati tidak bisa memengaruhi penyidik.

”Pro dan kontra itu biasa, namun semuanya tidak memengaruhi proses penyidikan,” ujarnya. Kejati Jatim menyatakan menjadwalkan pemeriksaan 30 saksi dalam sepekan ke depan. Diharapkan keterangan para saksi ini bisa memperjelas aliran dana hibah dari Biro Perekonomian Pemprov Jatim yang terindikasi korupsi tersebut.

”Pasti ada perkembangan dari pemeriksaan 30 saksi ini, namun saya belum mendapat laporan,” ujar Asisten Pidana Khusus Kejati Jatim Febrie Adriansyah. Informasi yang berkembang menyebutkan, diduga kuat sebagian dana itu mengalir ke pengurus Persebaya Surabaya. Namun, Febrie mengaku belum bisa memastikan. Informasi itu masih akan ditelusuri lebih lanjut.

Pastinya, semua pihak yang dianggap mengetahui perihal dana hibah ini akan diperiksa. ”Semuanya akan dimintai keterangan tanpa terkecuali,” ujar dia. Sebelumnya, penyidik memutuskan menahan dua tersangka DKP dan NS.

Keduanya ditahan penyidik untuk memudahkan pemeriksaan dan menghindari tersangka melarikan diri, menghilangkan barang bukti, serta mengulangi tindak pidana. Pemeriksaan terhadap dua pejabat Kadin sebagai tersangka itu merupakan langkah lanjutan penyidik Kejati Jatim, setelah menetapkan keduanya sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyelewengan dana hibah di Kadin Jatim.

Lutfi yuhandi
(bbg)
Berita Terkait
DPW PKS Jawa Timur Siap...
DPW PKS Jawa Timur Siap Sinergi dan Kolaborasi Bangun Jawa Timur
Inflasi Jawa Timur September...
Inflasi Jawa Timur September Tertinggi di Pulau Jawa
China Mendominasi Impor...
China Mendominasi Impor Jawa Timur
BPH Migas bersama Anggota...
BPH Migas bersama Anggota Komisi VII DPR RI Gelar Sosialisasi
Hari Pertama PPKM, 792...
Hari Pertama PPKM, 792 Warga Jatim Positif COVID-19
Gubernur Khofifah dan...
Gubernur Khofifah dan Dubes Finlandia Jajaki Potensi Kerjasama Pendidikan dan Teknologi
Berita Terkini
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
5 menit yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
15 menit yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
20 menit yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
33 menit yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
1 jam yang lalu
Integrasi Pendidikan,...
Integrasi Pendidikan, Visitasi Rektorat UIN Jakarta Berjalan Lancar dan Tak Ganggu KBM
1 jam yang lalu
Infografis
Ngonten di Depan Rumah...
Ngonten di Depan Rumah Korban Kebakaran LA, Uya Kuya Bakal Diperiksa MKD
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved