APBD DKI Kisruh, Ribuan Penyapu Jalanan Belum Gajian

Rabu, 04 Maret 2015 - 13:08 WIB
APBD DKI Kisruh, Ribuan...
APBD DKI Kisruh, Ribuan Penyapu Jalanan Belum Gajian
A A A
JAKARTA - Kisruh antara DPRD dan Pemprov DKI membuat APBD DKI 2015 terlambat cair. Kondisi ini membuat ribuan penyapu jalanan belum juga mendapatkan gaji.

Ditemui di jalan Yos Sudarso, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Tamiah (50), salah satu tenaga honorer Suku Dinas Kebersihan, Jakarta Utara mengakui gajinya belum turun. Untuk mengatasi kebutuhan hidupnya, ia terpaksa harus mengutang kebeberapa tetangga dan warung sekitar rumahnya.

"Bulan Januari saja yang sudah turun, itu pun telat. Sedangkan bulan Februari ini kami belum dapat," ungkap Tamiah, Rabu (4/3/2015).

Wanita empat anak yang telah ditinggal suaminya 20 tahun lalu mengaku, sekalipun belum dibayar. Namun dirinya tetap melaksanakan perkerjaannya membersihkan jalanan Yos Sudarso menjadi bersih. "Yah sekarang mah bekerja ikhlas bang, nanti juga gaji juga turun," jelasnya.

Senada Anah (45), pekerja serabut lainnya, mengaku sudah 15 tahun bekerja sebagai honorer. Ia mengaku, untuk mencukupi perut keluarganya, ia mengaku sudah menggunakan uang tabungannya.

Terpisah, Kepala Suku Dinas Kebersihan Jakarta Utara, Bondah Diah mengakui akibat belum turunnya anggaran, banyak petugas honorer yang belum mendapatkan gajinya selama satu bulan.

"Ada 1.811 honorer yang belum digaji pada bulan Februari, sementara untuk Januari kami sudah bayarkan, meski terlambat," ungkap Bondan.

Meski terkesan terlambat, namun Bondan mengakui hal itu tidak mengganggu aktifitas dan operasional petugas dan kendaraan suku dinas Kebersihan. Karenanya, kata Bondan, untuk operasional itu, Dinas Kebersihan Pemprov DKI telah mengeluarkan anggaran mendahului kepada pihak sudin.

"Artinya khusus untuk BBM mobil truk sampah dan honor petugas, kami dari anggaran itu," tambahnya.

Lanjutnya, untuk tahun 2015, Bondan mengaku pihaknya telah mengajukan anggaran sebesar Rp264 miliar yang dianggarkan untuk gaji honor petugas, operasional, hingga pengadaan kendaraan truk sampah.
(ysw)
Berita Terkait
APBD DKI Jakarta 2024...
APBD DKI Jakarta 2024 Diperkirakan Rp81,58 Triliun
Dibahas di Puncak, APBD...
Dibahas di Puncak, APBD Perubahan DKI Akan Disahkan 13 November 2020
DPRD-Pemprov Bahas APBD...
DPRD-Pemprov Bahas APBD Perubahan 2020 dan RAPBD DKI 2021 secara Pararel di Puncak
Target Pajak 2021 Senilai...
Target Pajak 2021 Senilai Rp41,5 Triliun Dinilai DPRD DKI Membebani Masyarakat
DPRD Sepakati APBD DKI...
DPRD Sepakati APBD DKI Jakarta 2022 Sebesar Rp82,47 Triliun
PKB: APBD DKI Diprioritaskan...
PKB: APBD DKI Diprioritaskan untuk Pembangunan Masyarakat
Berita Terkini
Oknum Polisi yang Siksa...
Oknum Polisi yang Siksa Istri Siri Pernah Disidang Etik
7 menit yang lalu
Bocah Perempuan di Bekasi...
Bocah Perempuan di Bekasi Tertembak Peluru Nyasar, Polisi Sita Proyektil
21 menit yang lalu
Aiptu N yang Siksa Istri...
Aiptu N yang Siksa Istri Siri Ternyata Positif Konsumsi Sabu
2 jam yang lalu
Fenomena Super New Moon,...
Fenomena Super New Moon, BMKG: Waspadai Banjir Rob pada Hari Ini hingga 22 Juli 2026
2 jam yang lalu
Mendagri Beri Apresiasi...
Mendagri Beri Apresiasi pada Warga, Jembatan Enang-Enang Akan Diperkuat
11 jam yang lalu
Petugas Bea Cukai Pekanbaru...
Petugas Bea Cukai Pekanbaru Gugur saat Jalankan Tugas Pengawasan di Perairan Siak
13 jam yang lalu
Infografis
Keringanan PBB-P2 DKI...
Keringanan PBB-P2 DKI Jakarta 2026 Berlaku Bertahap
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved