Aksi Penghadangan Truk Batu bara Kian Marak

Rabu, 04 Maret 2015 - 01:03 WIB
Aksi Penghadangan Truk...
Aksi Penghadangan Truk Batu bara Kian Marak
A A A
MUARAENIM - Aksi penghadangan terhadap truk pengangkut batu bara di ruas Jalan Muaraenim- Palembang akhir-akhir ini kian marak bahkan hampir terjadi setiap hari.

Hari ini, aksi penghadangan dan penyetopan terhadap truk pengangkut batubara terjadi di kawasan Talang Padang, Desa Dalam, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Muaraenim.

Aksi penghadangan kali ini dilakukan ormas yang tergabung dalam LSM Lematang Ilir Penukal Abab Sumatera Selatan (LIPASS) yang dikoordinir Irhan Kholik selaku ketua LSM LIPASS.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, aksi yang dilakukan LIPASS adalah sebagai bentuk kekecewaan masyarakat terhadap maraknya angkutan batu bara yang melintasi di jalanan umum.

Salah satu yang menjadi tuntutan mereka antara lain, mereka meminta kompensasi kepada pengusaha angkutan terkait permasalahan yang ditimbulkan akibat maraknya angkutan batu bara tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Muaraenim Faturrohman melalui Kabid Angkutan Akmaludin mengatakan, pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk memutuskan apa yang menjadi tuntutan dari warga tersebut.

“Memang benar ada aksi penyetopan disana ( Desa Dalam), tapi kita tidak memiliki kewenangan untuk memutuskan,dan yang pasti aksi tersebut merupakan aksi warga dan kita Dishub hari ini tidak ada yang kesana, ” jelasnya, Selasa (3/2/2015).

Sementara menurut tokoh masyarakat Muaraenim Kuyung Rizal, dirinya tidak dapat menyalahkan apa yang dilakukan atau ditempuh masyarakat baik secara pribadi maupun kelembagaan.

Hal itu menurutnya merupakan salah satu bentuk protes dan antipasi masyarakat kepada pemerintah dalam hal ini Pemprov Sumsel. Karena menurutnya, persoalan izin untuk melewati jalur tersebut adalah kewenangan pihak provinsi.

Bahkan menurutnya, langkah yang diambil masyarakat tersebut akibat terlalu jenuh dan bosan karena tidak kunjung ada penyelesaian dari pemerintah.

Sementara dampak negatif yang ditimbulkan oleh angkutan batu bara sudah sangat banyak dan hampir setiap hari terjadi.

Sehingga menurutnya, sah-sah saja jika warga melakukan aksi protes dan jalan terakhir dengan cara menghentikan langsung angkutan batu bara tersebut.

“Kemacetan, kerusakan rumah akibat ditabrak, belum lagi banyaknya korban jiwa akibat lakalantas yang melibatkan truk batu bara, ini bisa menjadi pemicu timbulnya aksi tersebut,” jelasnya.

Kuyung Rizal berharap, agar pihak provinsi turun langsung ke lapangan dan melihat kondisinya secara langsung. Termasuk melihat apa manfaat dan keuntungan langsung dari angkutan batu bara tersebut kepada masyarakat Muaraenim.

“Turun langsung atau bentuk tim yang melakukan penelitian di lapangan, sehingga nanti bisa mengambil kesimpulan, wajar atau tidak masyarakat melakukan aksi-aksi seperti itu,” tandasnya.
(sms)
Berita Terkait
Ratusan Warga Konawe...
Ratusan Warga Konawe Bentrok di Perusahaan Tambang, 1 Terluka
Kurang Perhatian, Warga...
Kurang Perhatian, Warga Cikarang Demo PT NT Indonesia
Tidak Mau Sosialisasi...
Tidak Mau Sosialisasi dengan Warga, Dukuh Catur Surawan Dilengserkan Paksa
Diluruk Puluhan Warganya,...
Diluruk Puluhan Warganya, Kades di Gresik Ini Pilih Kabur
Viral! Warga Muratara...
Viral! Warga Muratara Nangkap Ikan di Jalan Penuh Kubangan Lumpur
Warga Perumahan Cluster...
Warga Perumahan Cluster Grand Alifia Pasang Spanduk Protes
Berita Terkini
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
7 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
7 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
7 jam yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
7 jam yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
9 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
11 jam yang lalu
Infografis
Kwik Kian Gie, Ekonom...
Kwik Kian Gie, Ekonom yang Lantang Suarakan Indonesia Tak Boleh Tergantung IMF
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved