Fogging Kurang Efektif Cegah DBD

Kamis, 26 Februari 2015 - 12:14 WIB
Fogging Kurang Efektif...
Fogging Kurang Efektif Cegah DBD
A A A
SURABAYA - Pencegahan penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang umum dilakukan adalah dengan penyemprotan atau fogging. Namun siapa sangka, upaya ini ternyata kurang efektif untuk membasmi nyamuk aedes aegypti.

Hal ini disampaikan pengajar dan peneliti dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia DR. Dr. Tri Yunis Miko Wahyono, M.Sc, kepada wartawan di Surabaya, kemarin. Hasil penelitian dokter ini menunjukkan obat nyamuk memberikan efek penurunan angka demam berdarah terbesar dibandingkan fogging dan larvasida (pemberantasan jentik nyamuk).

“Kalau fogging terlalu sering, kemungkinan nyamuk justru bisa resisten. Itu makin berbahaya. Karenaitupenggunaanobatnyamuk akhirnya menjadi pilihan di masyarakat untuk pencegahan paling efektif. Selain itu, masyarakat juga paling menyukai lotion anti nyamuk sebagai salah satu upaya terhindar dari gigitan nyamuk, kata mereka lebih simpel dan murah,” katanya. Dia juga mengungkapkan 75% mencegah gigitan nyamuk bisa memakai lotionanti nyamuk.

Menurut Dosen Fakultas Kedokteran Unair, Prof Dr Usman Hadi, Sp.PD, K-PTI, mengatakan, Indonesia menduduki peringkat dua untuk penderita demam berdarah setelah Brasil dan tertinggi se-Asia Tenggara. “Karena itu saat ini demam berdarah ditetapkan sebagai KLB oleh pemerintah,” kata guru besar yang juga spesialis Penyakit Dalam RSUD Dr. Soetomo Surabaya ini.

Saat dijumpai dalam diskusi “Langkah Pencegahan Demam Berdarah Paling Efektif”, dia menambahkan, tren kasus demam berdarah di Indonesia selalu naik tiap musim hujan. Oleh karena itu, masyarakat harus selalu waspada. Selain itu, lingkungan alam yang tropis, sanitasi dan kebersihan yang buruk, serta masih rendahnya kesadaran masyarakat, juga memicu peningkatan demam berdarah di masyarakat.

Beberapa cara yang bisa digunakan mencegah serangan nyamuk demam berdarah, yakni yang sudah dicanangkan pemerintah seperti 3M (menutup, menguras, dan mengubur). Pencegahan tersebut sebenarnya tidak cukup, mengingat nyamuk aedes aegypti mempunyai jam biologis, yakni hanya akan menggigit sekitar pukul 09.00 hingga 11.00 WIB. Menurut Prof Usman, sebaiknya mengenakan pakaian celana dan lengan panjang agar terhindar dari gigitan nyamuk.

Selain itu, bisa juga menggunakan perlengkapan anti nyamuk mulai dari obat nyamuk hingga pemakaian lotionanti nyamuk. “Puncak dari serangan demam berdarah biasanya pada April, nah karena itu sejak sekarang harusnya masyarakat mulai antisipasi dengan berbagai cara untuk mencegah demam berdarah,” ujar profesor yang juga menjadi konsultan penyakit tropik dan infeksi itu.

Mamik wijayanti
(ars)
Berita Terkait
DPW PKS Jawa Timur Siap...
DPW PKS Jawa Timur Siap Sinergi dan Kolaborasi Bangun Jawa Timur
Inflasi Jawa Timur September...
Inflasi Jawa Timur September Tertinggi di Pulau Jawa
China Mendominasi Impor...
China Mendominasi Impor Jawa Timur
Hari Pertama PPKM, 792...
Hari Pertama PPKM, 792 Warga Jatim Positif COVID-19
Gubernur Khofifah dan...
Gubernur Khofifah dan Dubes Finlandia Jajaki Potensi Kerjasama Pendidikan dan Teknologi
BPH Migas bersama Anggota...
BPH Migas bersama Anggota Komisi VII DPR RI Gelar Sosialisasi
Berita Terkini
MR.D.I.Y. Perluas Program...
MR.D.I.Y. Perluas Program Menginspirasi Generasi Inovator, Jangkau 8.600 Anak
42 menit yang lalu
PWI Laporkan Hotman...
PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi, Sahroni Yakin Diusut secara Transparan
1 jam yang lalu
Pembangunan Fakultas...
Pembangunan Fakultas Kedokteran Telkom University di Bandung Rampung
2 jam yang lalu
Program Berkelanjutan...
Program Berkelanjutan Kesehatan Jangkau Lebih dari 16.500 Orang
5 jam yang lalu
Perkuat Kolaborasi Inovasi...
Perkuat Kolaborasi Inovasi Perikanan, Bupati Bogor Tinjau Fasilitas Raiser Ikan Hias BRIN
9 jam yang lalu
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran...
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran Lama 09 Roboh, Pramono: Saya Baru Tahu Pas Viral
9 jam yang lalu
Infografis
Rusia: UNICEF Anggap...
Rusia: UNICEF Anggap Anak Gaza Kurang Penting Dibanding Anak Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved