Basarnas Kirim Kapal Andalan

Kamis, 26 Februari 2015 - 12:12 WIB
Basarnas Kirim Kapal...
Basarnas Kirim Kapal Andalan
A A A
SITUBONDO - Badan SAR Nasional (Basarnas) mengerahkan Kapal Nasional (KN) 225 dari Surabaya untuk mencari delapan nelayan Kabupaten Situbondo yang hilang akibat perahu tenggelam di Perairan Selat Madura.

“Pagi tadi, KN 225 sudah merapat di perairan sebelah utara PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) Paiton, Probolinggo, untuk ikut melakukan pencarian korban,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo Zainul Arifin di Situbondo. Kapal Motor Slerek Harmonis yang digunakan 17 nelayan asal Besuki dan Banyuglugur, Situbondo, tenggelam akibat hantaman ombak dan angin kencang di perairan sebelah utara PLTU Paiton, Senin (23/2) malam.

Tujuh orang diselamatkan nelayan lain pada malam itu dan dua orang diselamatkan pada Rabu (24/2) pagi, sementara delapan lainnya hilang. Zainul menjelaskan, pada pencarian hari kedua ini pihaknya, juga menambah armada berupa perahu karet sehingga semuanya berjumlah dua unit, dua perahu SAR dan perahu sejumlah nelayan di sekitar perairan Selat Madura itu.

Ia menjelaskan, perahu-perahu nelayan itu rencananya akan menarik KM Slerek Harmonis untuk dibawa kembali ke pantai, sementara jaring yang digunakan oleh para nelayan nahas itu sudah ditarik sehari sebelumnya. “Kami berharap pencarian hari ini membuahkan hasil. Para nelayan itu kami temukan dalam kondisi selamat semua,” katanya.

Dalam pencarian kemarin, dari delapan awak yang hilang dan baru seorang yang berhasil diselamatkan, yakni bernama Wasil, 40, warga Dusun Sletreng, Desa Lobawang, Kecamatan Banyuglugur, Situbondo. “Korban selamat ditemukan sekitar jam 11.50 WIB. Kondisinya lemas dan langsung dibawa ke RS Besuki,” kata Kasat Polair Polres Situbondo, AKP Basori Alwi.

Dengan ditemukan satu korban lagi, maka jumlah korban yang belum ditemukan tinggal tujuh orang. Kawasan Mandaran yang menjadi lokasi penemuan Wasil, berada di sisi timur dermaga Besuki. Temuan ini menguatkan bahwa para korban yang belum ditemukan, terus terseret arus hingga ke arah timur dari lokasi pencarian ikan. “Ini akan jadi pertimbangan bagi kami dalam upaya pencarian yang menggunakan KN 225,” katanya.

Sementara untuk pencarian pada Rabu dihentikan karena dikhawatirkan berhadapan dengan angin kencang yang bisa mengancam keselamatan tim SAR gabungan. “Kemarin sore sampai tadi malam ada badai yang bisa mengancam keselatan tim. Karena itu pencarian dihentikan sementara dan akan dilanjutkan besok, Kamis (26/2),” kata Zainul.

P juliatmoko
(ars)
Berita Terkait
DPW PKS Jawa Timur Siap...
DPW PKS Jawa Timur Siap Sinergi dan Kolaborasi Bangun Jawa Timur
Inflasi Jawa Timur September...
Inflasi Jawa Timur September Tertinggi di Pulau Jawa
China Mendominasi Impor...
China Mendominasi Impor Jawa Timur
BPH Migas bersama Anggota...
BPH Migas bersama Anggota Komisi VII DPR RI Gelar Sosialisasi
Hari Pertama PPKM, 792...
Hari Pertama PPKM, 792 Warga Jatim Positif COVID-19
Gubernur Khofifah dan...
Gubernur Khofifah dan Dubes Finlandia Jajaki Potensi Kerjasama Pendidikan dan Teknologi
Berita Terkini
Bandung Jadi Tuan Rumah...
Bandung Jadi Tuan Rumah Perdana Erafone Run 2026, Targetkan 2.000 Peserta
4 menit yang lalu
Tokoh Masyarakat Merauke:...
Tokoh Masyarakat Merauke: PSN Wanam Harus Jamin Masa Depan Pendidikan Anak
9 menit yang lalu
Alokasikan Pokir untuk...
Alokasikan Pokir untuk Aspal Jalan, Effendi Alung Konsisten Kawal Infrastruktur Jambi
34 menit yang lalu
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa di Kasus Ijazah Jokowi Diterima, Polda Metro Jaya: Itu Bukan Akhir dari Semuanya
59 menit yang lalu
Wali Kota Tangsel Paparkan...
Wali Kota Tangsel Paparkan Penanganan Kekeringan, Kebakaran, hingga PSEL
1 jam yang lalu
Peringati Hari Anak...
Peringati Hari Anak Nasional 2026, 25 Unit Mobil Pintar Sebar Akses Pendidikan Inklusif dari Sabang sampai Merauke
3 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved