Busana Muslim Perpaduan Dua Budaya

Sabtu, 21 Februari 2015 - 10:07 WIB
Busana Muslim Perpaduan...
Busana Muslim Perpaduan Dua Budaya
A A A
SURABAYA - Kreasi busana muslim saat ini beraneka ragam. Seperti yang ditampilkan desainer khusus busana muslim, Lia Afif.

Dia kembali memamerkan hasil rancangan terbaru untuk dibawa ke ajang Indonesia Fashion Week (IFW) 2015. Sebanyak 10 busana muslim yang ia desain dengan memadukan dua unsur budaya Indonesia, yakni jam dan rumah gadang Padang serta kain tenun dari Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Desainer berusia 40 tahun ini sengaja memilih dua unsur budaya karena memang unik untuk memadukan Indonesia Timur dan Barat. Apalagi keduanya memiliki kekhasan masing- masing. Untuk unsur jam dan rumah gadang, yang dimasukkan adalah ciri khas warna dari rumah gadang yang dominan oranye.

Sedangkan kain tenun memasukkan semua unsur yang ada. Dijumpai dalam pemotretan kemarin, Lia mengaku tertarik dengan budaya Padang karena rumah di sana memiliki gaya bangunan artistik. Sedangkan kain tenun sendiri motifnya beraneka ragam yang membuat dirinya jatuh hati pada kain tersebut.

“Kali ini saya memadukan dua unsur budaya karena memang saya sendiri berkomitmen untuk selalu menghasilkan busana yang mengangkat budaya Indonesia baik dari desain maupun bahannya. Karena itu saya masukkan kain tenun dalam aplikasi warna-warna khas rumah gadang,” ujar desainer lulusan Susan Budiharjo tersebut.

Keunikan perpaduan busana muslim pesta ini misalnya bisa dilihat dari busana berwarna hijau. Pada bagian tengah terdapat bentuk bulat yang menyerupai jam yang berada di bagian antara perut dan dada. Kemudian pada bagian dada ditambahkan kain tenun warna senada yakni tenun hijau dengan motif garis.

Busana ini makin glamor dengan tambahan batu- batuan yang diletakkan sebagai detail supaya tampil berkilau. Batuan ini sekaligus menjadi ciri khas desain Lia yang selalu tampil glamor selain warnawarna fullcolour . Hampir semua potongan busana muslim pesta ini lurus memanjang atau model klok dengan siluet a dan i.

Potongan ini menurut Lia sangat bagus dan cocok dikenakan wanita karena akan memberi kesan makin terlihat tinggi. Potongan lain yang tidak kalah menarik yakni penempatan kain tenun pada setiap desain selalu dibuat dengan tampilan asimetris. Lebih lanjut, desainer yang sudah tiga kali mengikuti IFW ini hanya menggunakan warna oranye, hitam, dan hijau untuk semua koleksinya.

Hal ini karena rumah gadang memang identik dengan tiga warna tersebut. Bahkan beberapa desainnya juga dibuat kontras dengan menggabungkan warna oranye dan hijau.

Mamik wijayanti
(ftr)
Berita Terkait
DPW PKS Jawa Timur Siap...
DPW PKS Jawa Timur Siap Sinergi dan Kolaborasi Bangun Jawa Timur
Inflasi Jawa Timur September...
Inflasi Jawa Timur September Tertinggi di Pulau Jawa
China Mendominasi Impor...
China Mendominasi Impor Jawa Timur
BPH Migas bersama Anggota...
BPH Migas bersama Anggota Komisi VII DPR RI Gelar Sosialisasi
Hari Pertama PPKM, 792...
Hari Pertama PPKM, 792 Warga Jatim Positif COVID-19
Gubernur Khofifah dan...
Gubernur Khofifah dan Dubes Finlandia Jajaki Potensi Kerjasama Pendidikan dan Teknologi
Berita Terkini
Tinjau SDN Babakan 01...
Tinjau SDN Babakan 01 Pascarevitalisasi, Wakil Wali Kota Tangsel Pastikan KBM Nyaman
10 menit yang lalu
JakFair 2026 Kembali...
JakFair 2026 Kembali Digelar, Puluhan Band Disiapkan Ramaikan Pengunjung
1 jam yang lalu
Manfaat MBG Perlu Diperluas,...
Manfaat MBG Perlu Diperluas, Partai Perindo Dukung Penguatan BGN di Sulut
1 jam yang lalu
PSN Papua Tetap Perhatikan...
PSN Papua Tetap Perhatikan Kelestarian Lingkungan dan Serap Ribuan Tenaga Kerja OAP
2 jam yang lalu
Saiful Mujani Penuhi...
Saiful Mujani Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya terkait Kasus Dugaan Penghasutan
5 jam yang lalu
2 WNA Ditemukan Tewas...
2 WNA Ditemukan Tewas di Apartemen Jakbar
7 jam yang lalu
Infografis
26 Miliarder Gagal Cegah...
26 Miliarder Gagal Cegah Zohran Mamdani Jadi Wali Kota Muslim New York
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved