Mi Formalin Beredar di Pasar

Senin, 16 Februari 2015 - 10:28 WIB
Mi Formalin Beredar...
Mi Formalin Beredar di Pasar
A A A
SURABAYA - Masyarakat Surabaya diminta waspada terhadap peredaran mi kuning di pasaran, terutama menjelang perayaan Tahun Baru China (Imlek).

Pasalnya sejumlah pedagang nakal menyuplai mi mengandung formalin ke sejumlah pasar di Surabaya. Dari hasil penggeledahan, Tim Crime Hunter dari Polrestabes Surabaya berhasil membongkar peredaran mi berformalin ini. Dari hasil penggeledahan di sejumlah pasar di Surabaya, polisi berhasil mengamankan 28 kantong plastik mi formalin masingmasing seberat 5 kg.

Kemudian 14 kantong plastik lainnya mi basah ukuran kecil masingmasing seberat 5 kg. “Kami berhasil mengamankan satu orang pemilik mi basah yang mengandung formalin dan disuplai ke pasar Surabaya,” ujar Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sumaryono, kemarin.

Menurut Sumaryono, awal petugas mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa di salah satu pasar besar di Surabaya dipasok mi kuning formalin. Setelah diselidiki pada 7 Februari lalu, polisi menemukan mi yang diindikasikan mengandung formalin. “Kebutuhan mi cukup banyak menjelang Imlek. Mi ini sudah kami lakukan uji lab, hasilnya ada tambahan kandungan formalin sangat pekat. Ini sangat membahayakan manusia yang mengonsumsinya,” ungkapnya.

Dia menambahkan, mi tersebut sudah diamankan sejak seminggu lalu, namun kondisinya hampir tidak ada perubahan. “Sudah seminggu ini nggak ada perubahan yang berarti. Kalau mi yang tidak formalin cepat rusak membusuk,” katanya. Mi yang diamankan di pasar tersebut dipasok dari inisial LKH selaku pemilik UD Ngatminah beralamat di Gondang Kabupaten Mojokerto.

Setiap pengiriman menggunakan truk boks. Usaha mi formalin LKH ini dilakukan sejak 2009 lalu. Produksinya sehari sebanyak300kantongmasing- masing kantong seberat 5 kg. Setiap kantong dijual sekitar Rp34.000. LKH juga memiliki tiga stan di Pasar Keputran Surabaya. “Kami sudah bekerja sama dengan Polres Mojokerto. Lokasi usahanya di Mojokerto sudah kamipolice line ,” tuturnya.

Akibat perbuatannya, LKH dijerat Pasal 136 jo Pasal 75 ayat 1 huruf b dan atau Pasal 140 jo Pasal 86 Ayat (2) atau Pasal 141 jo Pasal 89 UU RI Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan. Selain itu, Pasal 62 jo Pasal 8 huruf a UU RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman hukuman penjara 5 tahun.

Lufti yuhandi
(ftr)
Berita Terkait
DPW PKS Jawa Timur Siap...
DPW PKS Jawa Timur Siap Sinergi dan Kolaborasi Bangun Jawa Timur
Inflasi Jawa Timur September...
Inflasi Jawa Timur September Tertinggi di Pulau Jawa
China Mendominasi Impor...
China Mendominasi Impor Jawa Timur
Hari Pertama PPKM, 792...
Hari Pertama PPKM, 792 Warga Jatim Positif COVID-19
Gubernur Khofifah dan...
Gubernur Khofifah dan Dubes Finlandia Jajaki Potensi Kerjasama Pendidikan dan Teknologi
BPH Migas bersama Anggota...
BPH Migas bersama Anggota Komisi VII DPR RI Gelar Sosialisasi
Berita Terkini
Korban Terakhir Ledakan...
Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah di Medan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
3 jam yang lalu
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
3 jam yang lalu
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
5 jam yang lalu
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
5 jam yang lalu
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestl Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
6 jam yang lalu
PASTI Indonesia Desak...
PASTI Indonesia Desak Polda Kalsel Hentikan Kasus Babe Aldo dan Ditangani Bareskrim
6 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved