Warga Depok Minta Polisi Perbanyak Bangun Pospol
Kamis, 05 Februari 2015 - 19:10 WIB
Warga Depok Minta Polisi Perbanyak Bangun Pospol
A
A
A
DEPOK - Maraknya begal sepeda motor di Depok membuat masyarakat meminta agar Pemkot dan Polres Depok memperbanyak pos polisi (pospol).
Seperti diketahui beberapa waktu lalu aksi perampokan sepeda motor sadis yang mengakibatkan sejumlah nyawa melayang terjadi di Jalan Juanda dan Margonda Raya, Depok. Masyarakat pun dipenuhi rasa kekhawatiran menjadi korban keganan penjahat jalanan tersebut.
Ganda, salah seorang pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Juanda mengatakan, arus lalu lintas di Jalan Ir H Juanda dan Jalan Margonda Raya sejatinya tampak normal-normal saja meskipun Kota Depok dikabarkan rawan begal.
Selama tujuh tahun berjualan, lanjut Ganda, arus lalu lintas di kota Depok tidak mengalami perubahan. Meski diakuinya jika pukul 00-04.00 WIB ruas Jalan Juanda dan Margonda sepi dari pengendara motor yang berlalulalang.
"Di dua ruas jalan itu kan minim lampu penerangan jalan umum (PJU), jadi dimanfaatkan begal motor. Kita berharap polisi bangun pospol 24 jam, sehingga keamanan warga lebih terjamin," kata Ganda kepada Sindonews, Kamis (5/2/2015).
Seorang tukang Ojek, Warta menambahkan, pelaku begal yang hendak melancarkan aksinya susah terdeteksi oleh pengendara motor maupun warga sekitar dua jalan tersebut. "Jalannya gelap, ya pasti lah perampok mudah beraksi," tambahnya.
Pria berusia 47 tahun ini juga meminta polisi membangun pospol ataupun pos polantas di Jalan Juanda dan Margonda. Warta meyakini bila suda tersedia pospol 24 jam, tentunya para penjahat enggan beraksi.
Seperti diketahui beberapa waktu lalu aksi perampokan sepeda motor sadis yang mengakibatkan sejumlah nyawa melayang terjadi di Jalan Juanda dan Margonda Raya, Depok. Masyarakat pun dipenuhi rasa kekhawatiran menjadi korban keganan penjahat jalanan tersebut.
Ganda, salah seorang pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Juanda mengatakan, arus lalu lintas di Jalan Ir H Juanda dan Jalan Margonda Raya sejatinya tampak normal-normal saja meskipun Kota Depok dikabarkan rawan begal.
Selama tujuh tahun berjualan, lanjut Ganda, arus lalu lintas di kota Depok tidak mengalami perubahan. Meski diakuinya jika pukul 00-04.00 WIB ruas Jalan Juanda dan Margonda sepi dari pengendara motor yang berlalulalang.
"Di dua ruas jalan itu kan minim lampu penerangan jalan umum (PJU), jadi dimanfaatkan begal motor. Kita berharap polisi bangun pospol 24 jam, sehingga keamanan warga lebih terjamin," kata Ganda kepada Sindonews, Kamis (5/2/2015).
Seorang tukang Ojek, Warta menambahkan, pelaku begal yang hendak melancarkan aksinya susah terdeteksi oleh pengendara motor maupun warga sekitar dua jalan tersebut. "Jalannya gelap, ya pasti lah perampok mudah beraksi," tambahnya.
Pria berusia 47 tahun ini juga meminta polisi membangun pospol ataupun pos polantas di Jalan Juanda dan Margonda. Warta meyakini bila suda tersedia pospol 24 jam, tentunya para penjahat enggan beraksi.
(whb)