Marak Begal, Warga Depok Waswas Keluar Malam
Kamis, 05 Februari 2015 - 18:32 WIB
Marak Begal, Warga Depok Waswas Keluar Malam
A
A
A
DEPOK - Pasca-maraknya aksi begal motor di Depok, masyarakat enggan untuk keluar malam hari. Meskipun Kepolisian Resort (Polres) Depok telah melakukan patroli secara rutin.
Sejumlah warga yang ditemui Sindonews mengaku khawatir menjadi korban kejahatan perampokan sepeda motor. Mereka pun memilih untuk berada di rumah saat malam hari. Salah seorang warga, Marina (28) mengatakan, enggan keluar rumah pada malam hari karena tak ingin menjadi korban perampokan.
"Saya pribadi takut keluar malam hari, kalau enggan penting-penting banget. Apalagi kalau lewat Jalan Juanda bawaannya was-was saja," kata Marina kepada Sindonews, Kamis (5/2/2015). Marina menuturkan, mengetahui maraknya begal sepeda motor dari media massa.
"Sekarang lagi rawan begal di sini. Makanya, saya juga enggak mau kalau keluar di atas pukul 21.00-22.00 WIB. Ngeri, takutnya malah jadi sasaran," ujarnya saat berbincang di depan Masjid At Taubah, pertigaan Jalan Keadilan Raya dan Jalan Ir H Juanda, Depok.
Hal senada juga dikatakan Bachtiar (33) yang mengaku khawatir bila malam hari melintas di Jalan Juanda. Menurut lelaki ini, maraknya begal motor secara tak langsung memang membuatnya khawatir menggunakan sepeda motor pada malam hari.
"Takut sih pasti. Tapi kita harus pintar-pintar saja lah kalau mau keluar malam," ucapnya kepada Sindonews. Bachtiar berharap kepolisian terus melakukan patroli terutama di malam hari, tidak saja ketika marak aksi pembegalan.
"Marak atau tidaknya pembegalan ya polisi harus terus berpatroli," harapnya.
Sejumlah warga yang ditemui Sindonews mengaku khawatir menjadi korban kejahatan perampokan sepeda motor. Mereka pun memilih untuk berada di rumah saat malam hari. Salah seorang warga, Marina (28) mengatakan, enggan keluar rumah pada malam hari karena tak ingin menjadi korban perampokan.
"Saya pribadi takut keluar malam hari, kalau enggan penting-penting banget. Apalagi kalau lewat Jalan Juanda bawaannya was-was saja," kata Marina kepada Sindonews, Kamis (5/2/2015). Marina menuturkan, mengetahui maraknya begal sepeda motor dari media massa.
"Sekarang lagi rawan begal di sini. Makanya, saya juga enggak mau kalau keluar di atas pukul 21.00-22.00 WIB. Ngeri, takutnya malah jadi sasaran," ujarnya saat berbincang di depan Masjid At Taubah, pertigaan Jalan Keadilan Raya dan Jalan Ir H Juanda, Depok.
Hal senada juga dikatakan Bachtiar (33) yang mengaku khawatir bila malam hari melintas di Jalan Juanda. Menurut lelaki ini, maraknya begal motor secara tak langsung memang membuatnya khawatir menggunakan sepeda motor pada malam hari.
"Takut sih pasti. Tapi kita harus pintar-pintar saja lah kalau mau keluar malam," ucapnya kepada Sindonews. Bachtiar berharap kepolisian terus melakukan patroli terutama di malam hari, tidak saja ketika marak aksi pembegalan.
"Marak atau tidaknya pembegalan ya polisi harus terus berpatroli," harapnya.
(whb)