Pembangunan Smelter Ditolak

Senin, 02 Februari 2015 - 11:13 WIB
Pembangunan Smelter...
Pembangunan Smelter Ditolak
A A A
GRESIK - LSM Pusat Demokrasi dan Kemanusiaan (Pudak) melakukan aksi menolak pembangunan smelter di Gresik.

Dalam aksi di Bundaran Perum Gresik Kota Baru (GKB) itu, mereka menilai pembangunan smelter bakal kian merusak lingkungan Kota Santri . Aksi dilakukan sekitar pukul 09.00 WIB. Sambil berorasi, mereka juga membeber poster bertulis; Industri Tidak Membangkitkan Ekonomi Rakyat, Malah Meracuni; Tolak Smelter Freeport di Gresik; Indonesia Bukan Negeri Jajahan; Kembalikan Harta Kami yang Kau Bawa.

”Kami menolak proyek pembangunan smelter PT Freeport Indonesia di Gresik. Karena kami menganggap perusahaan pemurniaan tembaga asal Amerika Serikat itu dapat merusak lingkungan. Bahkan, tidak akan dapat melakukan perbaikan,” ujar Ihya Ulumuddin, koordinator aksi dalam orasinya, kemarin.

Selain itu, massa Pudak juga menyebarkan selebaran kepada para pengguna jalan maupun pengunjung Bundaran GKB. Ada tiga tuntutan Pudak terhadap pembangunan smelter di Gresik, di antaranya tolak pendirian smelter PT Freeport di Gresik, putuskan kontrak karya dengan Freeport karena tidak menguntungkan bangsa Indonesia, serta copot dan ganti menteri ESDM karena dia adalah antek asing.

Koordinator LSM Pudak, Farid Abdillah mengatakan, keberadaan PT Freeport Indonesia melanggar UU Nomor 4 tahun 2009 tentang Larangan Mengekspor Konsentrat Mentah. Karena itu, keberadaannya kerap kali merusak lingkungan dan penekanan terhadap pemerintah terkait eksploitasinya.

”Kami sebagai warga Gresik menolak tegas rencana pembangunan proyek smelter PT Freeport Indonesia. Buktinya di Papua selama puluhan tahun sudah merusak lingkungan. Kami juga menolak perpanjangan kontrak perusahaan asal Amerika Serikat itu,” katanya.

Setelah melakukan aksi orasi dan bagi selebaran hampir satu jam, massa Pudak membubarkan diri. Kendati begitu, Pudak berjanji akan terus beraksi menolak pembangunan smelter di Gresik sampai pemerintah pusat mendengar aspirasi dan memutuskan memindahkan pembangunan smelter dari Gresik.

Sekadar informasi, beberapa pekan kemarin, manajemen PT Freeport Indonesia menjelaskan ingin membangun smelter di Gresik tepatnya di kompleks industri PT Petrokimia Gresik. Bahkan, disiapkan dana sebesar Rp30 triliun.

Ashadik ik
(ftr)
Berita Terkait
DPW PKS Jawa Timur Siap...
DPW PKS Jawa Timur Siap Sinergi dan Kolaborasi Bangun Jawa Timur
Inflasi Jawa Timur September...
Inflasi Jawa Timur September Tertinggi di Pulau Jawa
China Mendominasi Impor...
China Mendominasi Impor Jawa Timur
Hari Pertama PPKM, 792...
Hari Pertama PPKM, 792 Warga Jatim Positif COVID-19
Gubernur Khofifah dan...
Gubernur Khofifah dan Dubes Finlandia Jajaki Potensi Kerjasama Pendidikan dan Teknologi
BPH Migas bersama Anggota...
BPH Migas bersama Anggota Komisi VII DPR RI Gelar Sosialisasi
Berita Terkini
Diskominfo Tangsel Bagikan...
Diskominfo Tangsel Bagikan Transformasi Digital Pelayanan Publik ke BPSDMD Jateng
3 jam yang lalu
Bersama Rumah Baca Empat...
Bersama Rumah Baca Empat Jagoan, MNC Peduli Berbagi Buku Dongeng dan Lomba Mewarnai
3 jam yang lalu
Pemkot Tangsel-Kemensos...
Pemkot Tangsel-Kemensos Gelar Bakti Sosial Terintegrasi, Warga Rasakan Manfaat Beragam Layanan
4 jam yang lalu
MR.D.I.Y. Perluas Program...
MR.D.I.Y. Perluas Program Menginspirasi Generasi Inovator, Jangkau 8.600 Anak
5 jam yang lalu
PWI Laporkan Hotman...
PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi, Sahroni Yakin Diusut secara Transparan
6 jam yang lalu
Pembangunan Fakultas...
Pembangunan Fakultas Kedokteran Telkom University di Bandung Rampung
7 jam yang lalu
Infografis
Gugatan PDIP soal Keabsahan...
Gugatan PDIP soal Keabsahan Pencalonan Gibran Ditolak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved