RSUP Dr Kariadi Protes Pembangunan Shelter PKL

Selasa, 03 Februari 2015 - 02:03 WIB
RSUP Dr Kariadi Protes...
RSUP Dr Kariadi Protes Pembangunan Shelter PKL
A A A
SEMARANG - Pembangunan shelter pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Menteri Supeno, tepatnya di sekitar RSUP Dr Kariadi, ditolak oleh pihak rumah sakit. Mereka meminta agar Pemkot Semarang membongkar bangunan yang belum selesai dibangun itu.

Direktur Operasional RSUP Dr Kariadi Semarang dr Darwito saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya juga terkejut dengan adanya pembangunan shelter PKL di lokasi itu.

"Saya juga heran kenapa itu dibangun shelter PKL lagi, padahal itu lokasi larangan PKL dan sudah dibongkar oleh pihak Satpol PP," kata Darwito, kemarin.

Selain itu, lanjut dia, pembangunan juga tanpa berkoordinasi dengan pihak rumah sakit. Meski itu bukan wilayah rumah sakit, namun lingkungan tersebut merupakan lingkungan dari rumah sakit.

"Kami tidak ditembusi, langsung dibangun saja. Padahal, kami sudah memasang pot-pot taman di lokasi itu karena awalnya memang mau dibuat taman. Sekarang, pot-pot taman yang sudah kami pasang di lokasi itu juga dibongkar dan tidak tahu dibuang ke mana."

Dengan adanya pembangunan itu, lanjut Darwito, pihaknya keberatan dan telah melayangkan surat protes kepada Wali Kota Semarang.

"Yang jelas kami keberatan dengan adanya shelter PKL di lokasi itu, selain itu melanggar Perda, juga membuat lingkungan rumah sakit menjadi kumuh," pungkasnya.

Sementara, Camat Semarang Selatan Sutrisno saat dikonfirmasi mengenai hal itu mengatakan, pembangunan shelter PKL di Kariadi tersebut bertujuan untuk menata para PKL di lokasi itu.

"Itu untuk menertibkan PKL, daripada berjualan dengan membangun kios sembarangan yang membuat kumuh, kami bekerja sama dengan Persatuan Pedagang dan Jasa (PPJ) Kota Semarang untuk membangunkan shelter di sana. Tapi dengan catatan para pedagang harus menjaga kebersihan di lokasi itu," ujarnya.

Disinggung mengenai lokasi shelter PKL yang berada di atas saluran air dan trotoar jalan yang bertentangan dengan Perda Kota Semarang, Sutrisno mengaku pembangunan sudah mendapatkan izin dari pihak Dinas PSDA dan ESDM Kota Semarang.

"Selain itu, saluran di bawah para PKL itu saluran buntu dalam artian sudah tidak berfungsi lagi. Sehingga kami fungsikan untuk penataan PKL yang ada di sana."

Meski begitu, pihaknya mengatakan shelter-shelter tersebut hanya bersifat sementara. Nantinya, setelah ada tempat relokasi yang memadai, tidak menutup kemungkinan shelter-shelter itu akan dibongkar dan dipindahkan ke lokasi yang baru.
(zik)
Berita Terkait
Agar Lebih Aman, Ikuti...
Agar Lebih Aman, Ikuti Prokes Jajan Makanan di Kaki Lima
120 Los Kanre Rong Disegel...
120 Los Kanre Rong Disegel Karena Menunggak Iuran Listrik
Curhat Pedagang Pecel...
Curhat Pedagang Pecel Lele dan Mi Ayam Terkait Pengetatan Jam Malam
Kerap Dijadikan Lokasi...
Kerap Dijadikan Lokasi Pesta Miras, Lapak PKL Dibongkar Satpol PP
Wakil Bupati Bone Minta...
Wakil Bupati Bone Minta PKL Bantu Pemerintah dalam Pemulihan Ekonomi
Usaha Terpuruk Akibat...
Usaha Terpuruk Akibat PPKM Darurat, PKL Tamansari Salatiga Berduka
Berita Terkini
Dorong Kemandirian,...
Dorong Kemandirian, UMB Asah Kreativitas Siswa Disabilitas lewat Ekonomi Kreatif
48 menit yang lalu
Halte Transjakarta Tebet...
Halte Transjakarta Tebet Eco Park Tetap Beroperasi usai Ditabrak Truk
1 jam yang lalu
Gunung Semeru Erupsi,...
Gunung Semeru Erupsi, Luncurkan Abu Vulkanik 1,2 Km
5 jam yang lalu
Jaga Masa Depan, Pureco...
Jaga Masa Depan, Pureco dan LindungiHutan Tanam 300 Mangrove di Wonorejo
17 jam yang lalu
Momen Riuh di Gorontalo,...
Momen Riuh di Gorontalo, Massa Kompak Teriakkan Nama Seskab Teddy di Depan Presiden Prabowo
18 jam yang lalu
Mantan Kapolres Bima...
Mantan Kapolres Bima Terima Dana dari Bandar Narkoba, Pengacara: Tuduhan Mengada-ada
23 jam yang lalu
Infografis
Protes Proyek Nimbus-Dukung...
Protes Proyek Nimbus-Dukung Palestina, Puluhan Karyawan Dipecat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved