Satwa Langka Dijual ke Eropa dan AS

Sabtu, 31 Januari 2015 - 10:48 WIB
Satwa Langka Dijual...
Satwa Langka Dijual ke Eropa dan AS
A A A
SURABAYA - Pengiriman berbagai satwa dilindungi yang telah diawetkan ke berbagai negara di Eropa dan Amerika Serikat (AS) berhasil dibongkar Unit I Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim.

Dalam sekali kirim nilainya mencapai ratusan juta rupiah. Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Awi Setiyono mengatakan, dalam kasus ini pihaknya menetapkan seorang tersangka berinisial BOR, 52, warga Jalan Simpang Dieng I No 23 Kota Malang. Dari rumah tersangka, polisi mengamankan berbagai barang bukti, di antaranya ratusan burung paruh merah dan paruh hitam atau cekakak.

Seluruh burung ini telah diawetkan, ada yang masih berbulu, ada yang tinggal tulang tulangnya saja, dan ada yang hanya tinggal tengkorak dan paruhnya. Selain itu, juga didapatkan bulu merak, tengkorak sigung, terang terompet, penyu, kucing hutan, kerangka kancil, kepala rusa, ekor penyu yang semuanya sudah diawetkan, baik yang masih berbentuk utuh atau yang tinggal kerangka tulangnya saja.

Awi menjelaskan, terbongkarnya pengiriman satwasatwa dilindungi ini berawal dari informasi Interpol ke Bareskrim Mabes Polri yang diteruskan ke Polda Jatim. Interpol mendapatkan laporan dari Metropolitan Police Wildlife Crime Unit di Inggris. Dari informasi tersebut langsung ditindak lanjuti dengan mendatangi rumah tersangka.

Hasilnya, polisi mendapatkan satwa-satwa yang sudah dikemas menjadi tujuh dan siap dikirim. Selain satwa dilindungi, tersangka BOR juga mengirimkan satwa lainnya, seperti kerangka anjing, kelelawar yang telah diawetkan, tikus, kalajengking, kupu-kupu, dan lainnya. Semua barang bukti beserta tersangka langsung bawa ke Polda Jatim.

“Uniknya, tersangka main sendiri. Dia adalah pengusaha konveksi dan punya banyak karyawan, tapi tidak ada satu pun karyawan yang mengetahui jika tersangka juga punya bisnis ini,” papar Awi. Berdasarkan pengakuan tersangka, dia sudah delapan kali melakukan pengiriman, tapi pengakuan itu dirasa janggal karena dia sudah memulai bisnis pengiriman satwa ini sejak 2006.

Selain itu, dari barang bukti yang didapat juga janggal jika pengiriman baru delapan kali. Dalam kasus ini, penyidik masih kesulitan mendapatkan keterangan lebih jauh dari tersangka. Termasuk dari mana asal satwa-satwa dilindungi tersebut diperoleh karena burung paruh merah dan hitam merupakan burung endemi Kalimantan. Dari pengakuan tersangka, dia mendapatkan satwa itu dari Bali, Jatim, dan Jateng. “Untuk itu, kami masih terus melakukan pengembangan, tidak mungkin bisnis ini dilakukan sendiri,” ucap Awi.

Untuk mencari para pembeli, tersangka menggunakan layanan eBay yang berpusat di Amerika, kemudian barang dikirim sesuai dengan alamat pemesannya. Tujuan pengirikan sebagian besar di Eropa dan Amerika, seperti Inggris, Swedia, New York, Meksiko, Alaska, Miami, San Francisco, dan lainnya. “Tersangka kami jerat dengan Undang-Undang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya,” tandas Awi.

Lutfi Yuhandi
(ftr)
Berita Terkait
DPW PKS Jawa Timur Siap...
DPW PKS Jawa Timur Siap Sinergi dan Kolaborasi Bangun Jawa Timur
Inflasi Jawa Timur September...
Inflasi Jawa Timur September Tertinggi di Pulau Jawa
China Mendominasi Impor...
China Mendominasi Impor Jawa Timur
BPH Migas bersama Anggota...
BPH Migas bersama Anggota Komisi VII DPR RI Gelar Sosialisasi
Hari Pertama PPKM, 792...
Hari Pertama PPKM, 792 Warga Jatim Positif COVID-19
Gubernur Khofifah dan...
Gubernur Khofifah dan Dubes Finlandia Jajaki Potensi Kerjasama Pendidikan dan Teknologi
Berita Terkini
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
22 menit yang lalu
Dukung Penguatan Ekonomi...
Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Danantara Tinjau Pemberdayaan Nasabah PNM di Mojokerto
32 menit yang lalu
Korban Terakhir Ledakan...
Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah di Medan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
3 jam yang lalu
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
4 jam yang lalu
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
5 jam yang lalu
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
6 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved