Tarif Angkota Turun Rp500

Senin, 26 Januari 2015 - 11:16 WIB
Tarif Angkota Turun...
Tarif Angkota Turun Rp500
A A A
MALANG - Pemkot Malang mengeluarkan keputusan menurunkan tarif angkutan kota (angkota) sebesar Rp500. Kebijakan menurunkan tarif ini didasarkan pada penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.

Saat ini, tarif angkota untuk penumpang umum ditetapkan menjadi Rp3.500 atau hanya turun Rp500 dari tarif sebelumnya mencapai Rp4.000. Sementara tarif untuk pelajar turun menjadi Rp2.000 dari sebelumnya Rp2.500. Sebelumnya, para pengemudi angkota secara spontan menaikkan tarif karena ada kenaikan harga premium dari Rp6.500 per liter menjadi Rp8.500 per liter.

Sekarang harga premium turun kembali menjadi Rp6.600 per liter. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Handi Priyanto menyebutkan, keputusan akan tarif angkota ini didasarkan hasil rapat dengar bersama yang diikuti Dishub Provinsi Jawa Timur, DPC Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Malang, dan para ketua paguyuban pengemudi angkota.

“Apabila harga BBM di atas Rp9.000, maka akan dibahas ulang penetapan tarif ini secara bersama-sama,” tuturnya. Penetapan tarif angkota ini, menurutnya, sesuai dengan surat edaran Kementerian Perhubungan RI. Sebab tarif angkota dibuat dengan interval mengikuti harga BBM yang akan terus dievaluasi oleh pemerintah pusat setiap dua pekan sekali.

Sementara tarif untuk taksi tidak ditetapkan oleh Pemkot Malang, melainkan diserahkan pada Dishub Provinsi Jawa Timur. Mengingat jalur taksi bisa terjadi lintas daerah. “Kami serahkan kepada Dishub Provinsi Jawa Timur karena kewenangan jalur lintas daerah ada pada mereka,” katanya.

Penetapan tarif baru ini disetujui para pengemudi angkota tergabung dalam 25 paguyuban jalur angkota di Kota Malang. “Ketetapan baru ini, langsung kami sosialisasikan kepada para pengemudi. Meskipun sejak harga BBM turun, kami sudah dengan sendirinya menurunkan tarif,” kata Ketua Paguyuban Pengemudi Angkota jalur Arjosari-Gadang (AG), Ahmad Chodar.

Yuswantoro
(ftr)
Berita Terkait
DPW PKS Jawa Timur Siap...
DPW PKS Jawa Timur Siap Sinergi dan Kolaborasi Bangun Jawa Timur
Inflasi Jawa Timur September...
Inflasi Jawa Timur September Tertinggi di Pulau Jawa
China Mendominasi Impor...
China Mendominasi Impor Jawa Timur
Hari Pertama PPKM, 792...
Hari Pertama PPKM, 792 Warga Jatim Positif COVID-19
Gubernur Khofifah dan...
Gubernur Khofifah dan Dubes Finlandia Jajaki Potensi Kerjasama Pendidikan dan Teknologi
BPH Migas bersama Anggota...
BPH Migas bersama Anggota Komisi VII DPR RI Gelar Sosialisasi
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
4 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
4 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
4 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
4 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
5 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
5 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Gen Z Nepal...
7 Alasan Gen Z Nepal Turun ke Jalan, Paksa PM KP Sharma Mundur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved