Karyawan Klinik Gigi Jual Obat Aborsi

Sabtu, 17 Januari 2015 - 10:28 WIB
Karyawan Klinik Gigi...
Karyawan Klinik Gigi Jual Obat Aborsi
A A A
BATU - Ulah Heri Eko Putro, warga Jalan Kemantren II/51 Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, mendapat uang tambahan tak layak ditiru.

Karyawan di salah satu klinik Kota Malang ini nekat menjual obat peluruh kandungan secara ilegal. Akibatnya, Heri harus berurusan dengan pihak kepolisian. “Penangkapan tersangka Heri berawal laporan masyarakat. Kemudian anggota Satnarkoba mengintai dan menyamar sebagai pembeli. Setelah tiga kali membeli obat dari Heri. Akhirnya, bisa dibuktikan kalau tersangka memang mengedarkan obat keras itu tanpa izin dari pemerintah,” kata Kasubag Humas Polres Batu AKP Waluyo.

Dia menjelaskan, Heri mengaku nekat menjual obat keras itu demi mendapatkan pendapatan tambahan. Penjualan obat kandungan ini dilakukan diamdiam berdasarkan informasi dari mulut ke mulut.

“Barang bukti yang kami amankan berupa lima butir pil obat keras, HP, dan uang tunai Rp600 ribu hasil transaksi. Saat ini Heri masih menjalani penyidikan di Polres Batu. Heri melanggar Pasal 197 subsider Pasal 196 dan UU No 36/2009 tentang kesehatan. Ancamannya 5 tahun kurungan penjara,” kata Waluyo.

Heri mengaku obat penggugur kandungan yang dijual kepada pelanggannya dibeli dari salah satu apotek di Kota Malang. Karena berprofesi sebagai karyawan klinik gigi, dia dengan leluasa membeli obat keras itu ke apotek walaupun tanpa membawa resep dari dokter.

“Untuk lima butir pil saya beli Rp65.000 dari apotek. Kemudian saya jual lagi Rp150-200 ribu perlima butir. Kadang saya masih dikasih uang tips sebesar Rp50 ribu dari calo yang membeli obat keras ke saya,” ujarnya.

Uang hasil menjual obat keras dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. “Baru beberapa bulan saya menjalani profesi semacam ini. Uangnya untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga saya,” kata Heri.

Maman Adi Saputro
(ftr)
Berita Terkait
DPW PKS Jawa Timur Siap...
DPW PKS Jawa Timur Siap Sinergi dan Kolaborasi Bangun Jawa Timur
Inflasi Jawa Timur September...
Inflasi Jawa Timur September Tertinggi di Pulau Jawa
China Mendominasi Impor...
China Mendominasi Impor Jawa Timur
Hari Pertama PPKM, 792...
Hari Pertama PPKM, 792 Warga Jatim Positif COVID-19
Gubernur Khofifah dan...
Gubernur Khofifah dan Dubes Finlandia Jajaki Potensi Kerjasama Pendidikan dan Teknologi
BPH Migas bersama Anggota...
BPH Migas bersama Anggota Komisi VII DPR RI Gelar Sosialisasi
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
2 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
2 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
2 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
2 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
3 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
3 jam yang lalu
Infografis
Protes Proyek Nimbus-Dukung...
Protes Proyek Nimbus-Dukung Palestina, Puluhan Karyawan Dipecat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved