RSUD Caruban Didominasi Pasien Stroke

Senin, 29 Desember 2014 - 12:50 WIB
RSUD Caruban Didominasi...
RSUD Caruban Didominasi Pasien Stroke
A A A
MADIUN - Penderita stroke atau cerebrovaskuler accident (CVA) menempati ranking pertama dari sisi jumlah penderita rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Caruban, Kabupaten Madiun, selama 2014.

Direktur RSUD Caruban Djoko Santoso menyatakan, tercatat dalam kurun setahun ini sedikitnya ada 775 pasien stroke menjalani rawat inap di RSUD Caruban. Life style atau gaya hidup masyarakat menjadikan stroke menempati ranking pertama. Di posisi kedua terdapat penderita penyakit diabetes mellitus (DM/kencing manis) dengan 488 penderita.

“Tren peningkatan ekonomi masyarakat saat ini mulai mengubah gaya hidup masyarakat itu sendiri. Namun sayangnya, masyarakat tidak memikirkan dampak yang dikonsumsinya,” ujar Djoko, kemarin. Lebih jauh Djoko mengatakan, pada 2015, pihak RSUD Caruban bakal mengajukan anggaran sebesar Rp1,8 miliar kepada pemerintah daerah guna pembangunan gedung dan pemenuhan alat bagi penderita stroke.

“Rencananya seperti itu, kami akan mencarikan anggaran, baik dari Pemkab Madiun maupun dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Anggaran sebesar itu peruntukannya pembangunan gedung, pembelian alat seperti monitor, computed tomographyscan (CT-Scan), dan obat-obatan,” kata Djoko.

Mantan Kepala UPT Puskesmas Gemarang ini menambahkan, pengidap stroke ratarata berusia di atas 50 tahun. Penyebabnya sendiri bervariasi, mulai dari gaya hidup kurang sehat dan hipertensi atau tekanan darah tinggi.

“Beberapa cara menurunkan risiko terkena serangan stroke, yaitu hindari atau berhentilah merokok, jaga berat badan dalam kondisi sehat, dan aktif bergerak minimal 40 menit setiap hari. Tak perlu masuk klub olahraga, cukup dengan jalan kaki, naik tangga, dan bersepeda, cukup membuat tubuh bergerak aktif,” ujarnya.

Dari data yang diperoleh, 10 besar penderita menjalani rawat inap RSUD Caruban Kabupaten Madiun periode Januari-November 2014, urutan pertama didominasi penderita CVA (stroke) 775 penderita, disusul penderita DM 488 penderita, diare 398 penderita, close fractur (patah tulang) 280 penderita, cidera otak ringan 233 penderita, decom cordis (jantung) 182 penderita, cronik kidney disease (ginjal) 178 penderita, katarak 154 penderita, paru-paru 153 penderita, dan THT 124 penderita.

Dili Eyato
(ftr)
Berita Terkait
DPW PKS Jawa Timur Siap...
DPW PKS Jawa Timur Siap Sinergi dan Kolaborasi Bangun Jawa Timur
Inflasi Jawa Timur September...
Inflasi Jawa Timur September Tertinggi di Pulau Jawa
China Mendominasi Impor...
China Mendominasi Impor Jawa Timur
BPH Migas bersama Anggota...
BPH Migas bersama Anggota Komisi VII DPR RI Gelar Sosialisasi
Hari Pertama PPKM, 792...
Hari Pertama PPKM, 792 Warga Jatim Positif COVID-19
Gubernur Khofifah dan...
Gubernur Khofifah dan Dubes Finlandia Jajaki Potensi Kerjasama Pendidikan dan Teknologi
Berita Terkini
Keberhasilan Memanfaatkan...
Keberhasilan Memanfaatkan Bonus Demografi Bergantung pada Kualitas Generasi Muda
1 jam yang lalu
Warga Wanam Harap Pembangunan...
Warga Wanam Harap Pembangunan PSN di Papua Selatan Dilanjutkan
1 jam yang lalu
PLN Cikarang Tegaskan...
PLN Cikarang Tegaskan Jarak Aman 3 Meter, Kegiatan Berisiko Tinggi Wajib Koordinasi
1 jam yang lalu
5 Jam Diperiksa Polda...
5 Jam Diperiksa Polda Metro, Saiful Mujani Dicecar 37 Pertanyaan
1 jam yang lalu
Tiket Jakarta Fair 2026...
Tiket Jakarta Fair 2026 Mulai Dibuka Hari ini, Targetkan 6 Juta Pengunjung
2 jam yang lalu
Tinjau SDN Babakan 01...
Tinjau SDN Babakan 01 Pascarevitalisasi, Wakil Wali Kota Tangsel Pastikan KBM Nyaman
2 jam yang lalu
Infografis
Mengenal Stroke, Penyebab...
Mengenal Stroke, Penyebab Suami Najwa Shihab Meninggal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved