Khusus Perdesaan, Bisa Jualan, Angkut Orang dan Barang

Sabtu, 20 Desember 2014 - 12:23 WIB
Khusus Perdesaan, Bisa...
Khusus Perdesaan, Bisa Jualan, Angkut Orang dan Barang
A A A
SURABAYA - Mobil karya anak bangsa terus bertambah jumlah dan variannya. Ada yang bertenaga listrik, bahan bakar biofuel, hingga tenaga surya.

Mobil Progea, misalnya. Mobil yang mayoritas bahan dan perakitannya dilakukan di dalam negeri ini menambah panjang daftar cikal bakal mobil nasional (mobnas). Progea merupakan kendaraan multiguna untuk wilayah perdesaan. Mobil multifungsi ini lahir dari proyek penelitian konsorsium yang melibatkan banyak pihak. Di antaranya, akademisi, bisnis, dan government (ABG).

Progea ada tidak luput dari pendanaan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Mobil yang bisa dimanfaatkan berjualan, mengangkut barang, mengangkut penumpang ini diluncurkan di depan Gedung Rektorat Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kemarin.

Mobil ini adalah kerja sama ITS, PT INKA (Persero), PT Railindo Global Karya, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur, serta Industri Kecil Menengah (IKM) Jawa Timur. “Kelebihan mobil Progea ini memiliki empat fungsi,” ungkap ketua peneliti mobil multiguna Progea, Agus Sigit Pramono, saat peluncuran .

Fungsi yang ada, menjadi toko berjalan, sebagai mobil penumpang, pengangkut barang dan mobil produksi. “Itulah mengapa mobil tersebut dinamakan mobil multiguna Progea. Progea singkatan dari Produktif Gulirkan Energi Alternatif,” kata dosen Jurusan Teknik Mesin ITS ini.

Dari sisi pemakaiannya, mobil Progea memiliki empat boks yang dapat diganti-ganti sesuai kebutuhan. Untuk pemasangan dan pelepasan boks, ada pengait yang menjamin keamanan, yaitu boks tidak bergeser, apalagi lepas. Mobil Progea dibuat untuk membantu industri kecil menengah (IKM) di pedesaan supaya meningkat produktivitasnya.

“Dengan adanya mobil ini, IKM mampu melakukan empat fungsi sekaligus hanya dengan satu mobil,” ujarnya. Koordinator tim peneliti ITS I Nyoman Sutantra merinci asal kandungan mobil Progea. Menurutnya, secara keseluruhan, 75% bagian mobil tersebut adalah buatan ITS, sedangkan 25% sisanya masih menggunakan mesin dari Tiongkok.

Namun yang membanggakan, tim saat ini sudah mampu mengembangkan mesin yang mereka sebut mesin Jawa Timur Indonesia (Sinjai) yang bakal dipasangkan ke mobil Progea. “Harapannya dengan adanya mesin Sinjai ini, kita mampu menghasilkan mobil yang 100% dibuat di Indonesia,” katanya.

Mesin Sinjai dibuat sendiri oleh ITS. Khusus injektor serta pompa bahan bakar masih harus menggunakan produk impor. “Dalam penggunaannya, mesin Sinjai akan disempurnakan lagi supaya menggunakan bahan bakar alternatif agar lebih ramah lingkungan,” ucap Bambang Sudarmanta, ketua peneliti mesin Sinjai. Hingga kini mobil Progea baru diproduksi dua unit. Produksi massal akan dilakukan seiring banyaknya kepala daerah di kabupaten/kota di Jawa Timur yang pesan.

“Untuk memproduksi massal selanjutnya akan diserahkan ke PT INKA yang merupakan salah satu partner dalam membuat mobil multiguna ini,” ungkap Nyoman Sutantra.

Soeprayitno
(ftr)
Berita Terkait
DPW PKS Jawa Timur Siap...
DPW PKS Jawa Timur Siap Sinergi dan Kolaborasi Bangun Jawa Timur
Inflasi Jawa Timur September...
Inflasi Jawa Timur September Tertinggi di Pulau Jawa
China Mendominasi Impor...
China Mendominasi Impor Jawa Timur
BPH Migas bersama Anggota...
BPH Migas bersama Anggota Komisi VII DPR RI Gelar Sosialisasi
Hari Pertama PPKM, 792...
Hari Pertama PPKM, 792 Warga Jatim Positif COVID-19
Gubernur Khofifah dan...
Gubernur Khofifah dan Dubes Finlandia Jajaki Potensi Kerjasama Pendidikan dan Teknologi
Berita Terkini
Perkuat Layanan Kesehatan,...
Perkuat Layanan Kesehatan, Pemkot Tangsel Tingkatkan Kapasitas 1.389 Kader Posyandu
30 menit yang lalu
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
3 jam yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
3 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
3 jam yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
4 jam yang lalu
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
4 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved