Padukan Sungai dengan Peradaban Sutra

Jum'at, 19 Desember 2014 - 13:23 WIB
Padukan Sungai dengan...
Padukan Sungai dengan Peradaban Sutra
A A A
TULUNGAGUNG - Brantas yang berukuran lebar, berkelok melingkar dengan tepian landai datar, serta berair bening, dikenal memiliki arus tenang menyenangkan.

Sebagai jalur perdagangan ke seluruh nusantara maupun internasional, kedudukan Brantas sangat vital. Mataram Kuno yang memusatkan kerajaannya di kawasan pedalaman tidak bisa lepas dari jalur transportasi sungai ini. Dengan air yang mengalir tenang, hasil bumi pertanian, perkebunan, dan peternakan, dengan mudah dipasarkan ke kawasan pesisir lautan.

Begitu juga dengan penghuni Kampung Pekojan di tepi pantai, termasuk para pedagang Cina, juga membutuhkan jalur sungai untuk bertemu para pembeli di pedalaman. ”Transaksi perdagangan dengan warga luar kerajaan dapat diistilahkan sebagai ekspor impor. Jalur air atau konsep maritim lebih memudahkan dibandingkan dengan jalur sutra yang saat itu masih berupa hutan belukar belantara,” kata Triyono.

Dengan menumpang jung , para pedagang datang dari pulau- pulau di luar Jawa dan kerajaan- kerajaan di luar nusantara. Mereka tidak hanya membawa barang yang hendak dijual, tetapi mengusung kebudayaan.

Kemeriahan lalu lintas perniagaan di Sungai Brantas dijelaskan dalam torehan Prasasti Kamalagyan yang bertarikh tahun 959 saka atau 1037 masehi (Pasar Di Jawa Masa Mataram Kuna : hal 48-49). Warga pedalaman (Mataram Kuno) menawarkan beras, sayuran, palawija, buah-buahan, serta benda kerajinan yang menjadi produk agraris.

Terutama padi dan beras pada masa Mataram Kuno menjadi komoditi tulang punggung ekonomi kerajaan. Sementara warga pesisir pantai membalas dengan garam, terasi, dan berbagai jenis ikan laut segar maupun yang diawetkan.

Pada era Kerajaan Kahuripan, Raja Airlangga (1009-1042) keturunan Raja Sindok (Mataram Kuno) membuat pertahanan peradaban Brantas.

bersambung

Solichan Arif
(ftr)
Berita Terkait
DPW PKS Jawa Timur Siap...
DPW PKS Jawa Timur Siap Sinergi dan Kolaborasi Bangun Jawa Timur
Inflasi Jawa Timur September...
Inflasi Jawa Timur September Tertinggi di Pulau Jawa
China Mendominasi Impor...
China Mendominasi Impor Jawa Timur
BPH Migas bersama Anggota...
BPH Migas bersama Anggota Komisi VII DPR RI Gelar Sosialisasi
Hari Pertama PPKM, 792...
Hari Pertama PPKM, 792 Warga Jatim Positif COVID-19
Gubernur Khofifah dan...
Gubernur Khofifah dan Dubes Finlandia Jajaki Potensi Kerjasama Pendidikan dan Teknologi
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
3 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
3 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
3 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
3 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
4 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
5 jam yang lalu
Infografis
10 Jurusan dengan Pendaftar...
10 Jurusan dengan Pendaftar Terbanyak SNBP 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved