Pemerintah Diminta Kaji UUD 45

Jum'at, 12 Desember 2014 - 12:09 WIB
Pemerintah Diminta Kaji...
Pemerintah Diminta Kaji UUD 45
A A A
SURABAYA - Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) mendesak Presiden Joko Widodo secepatnya memotori kajian atas Undang- Undang Dasar 1945 (UUD 45).

Tuntutan ini merupakan hasil Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) LVRI 2014 di Surabaya, kemarin. Mukernas diikuti 120 pengurus DPD LVRI dari 34 provinsi. “Mukernas LVRI memutuskan supaya UUD 1945 dikaji ulang. Para veteran menyadari bahwa UUD 1945 yang asli menjadi tumpuan veteran dikotakkotakkan, penuh sorak-sorai demokrasi liberal, jauh dari demokrasi Pancasila,” kata Ketua Umum DPP LVRI Rais Abin, kemarin.

Menurutnya, penggagas reformasi sulit dimaafkan, terutama terkait perubahan batang tubuh UUD 45. Pelaksanaan reformasi jauh dari pembukaan UUD 45. “Yang menyedihkan pandangan mereka terhadap MPR. MPR sebagai lembaga tertinggi yang menjamin keberwakilan anak bangsa menjadi panggung sandiwara yang diwakili DPR dan DPD,” kata veteran jenderal bintang tiga ini.

Pada sisi lain, pelaksanaan reformasi dan amandemen atas UUD 45 hingga empat kali membuat tidak terlaksananya bicameral atau dua kamar menyebabkan (lembaga) DPD menjadi sarana pemborosan (anggaran) yang dibiarkan.

“Mereka (penggagas reformasi dan pengusung amandemen UUD 45) berhasil merendahkan MPR. MPR sekarang diisi politisi tergabung dalam DPR dan DPD. Mereka mengabaikan pendiri bangsa yang menegaskan bahwa MPR adalah penjelmaan elemen bangsa, wakil bangsa. Pandangan Bung Hatta, MPR terdiri atas partai politik, wakil daerah, dan utusan golongan,” katanya.

MPR yang menjadi tempat bagi anggota DPR dan DPD, kata Rais Abin, menjadikan anak bangsa yang alergi politik sulit masuk. Pada satu sisi, politik sebatas menjadi alat mencapai kekuasaan. Tertutup kesempatan pejuang untuk menyampaikan pengalaman ini.

“Pemerintahan Joko Widodo dan tokoh nasionalis harus menyadari ketimpangan reformasi dan menyetujui kajian ulang perubahan UUD 45 yang sudah diamandemenkan empat kali. Hati veteran terusik dan menuntut kaji ulang UUD 45,” uajrnya.

Kajian UUD 45, kata dia, juga dilatarbelakangi kekecewaan terhadap perkembangan keadaan. Lingkungan menjauhkan dari sejarah perjuangan bangsa. “Kami berhadapan pada angkatan penerus yang bisa saja kami salahkan. Mereka produk lingkungan. Lingkungan datangnya dari reformasi yang tidak tepat arahnya. Reformasi yang semula untuk penyehatan pemerintahan, pengaturan bangsa, justru diarahkan pada pengacakan UUD 45,” ujarnya.

Rais menilai, reformasi membawa dampak positif dan negatif. Sisi baiknya, yakni keberadaan pembatasan periode presiden dan terbentuknya Mahkamah Konstitusi (MK). Sisi negatifnya adalah DPR dan DPD disamaratakan dengan MPR. Wakil Ketua Umum DPP LVRI Sukotjo Tjokroadmodjo mengapresiasi dihidupkannya kembali Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Resimen Mahasiswa (Menwa).

Aktifnya menwa bisa kembali menghidupkan semangat bela negara di lembaga pendidikan tinggi. Bahkan Sukotjo juga setuju jika ada wajib militer (wamil).

Soeprayitno
(ftr)
Berita Terkait
DPW PKS Jawa Timur Siap...
DPW PKS Jawa Timur Siap Sinergi dan Kolaborasi Bangun Jawa Timur
Inflasi Jawa Timur September...
Inflasi Jawa Timur September Tertinggi di Pulau Jawa
China Mendominasi Impor...
China Mendominasi Impor Jawa Timur
BPH Migas bersama Anggota...
BPH Migas bersama Anggota Komisi VII DPR RI Gelar Sosialisasi
Hari Pertama PPKM, 792...
Hari Pertama PPKM, 792 Warga Jatim Positif COVID-19
Gubernur Khofifah dan...
Gubernur Khofifah dan Dubes Finlandia Jajaki Potensi Kerjasama Pendidikan dan Teknologi
Berita Terkini
JakFair 2026 Kembali...
JakFair 2026 Kembali Digelar, Puluhan Band Disiapkan Ramaikan Pengunjung
1 jam yang lalu
Manfaat MBG Perlu Diperluas,...
Manfaat MBG Perlu Diperluas, Partai Perindo Dukung Penguatan BGN di Sulut
1 jam yang lalu
PSN Papua Tetap Perhatikan...
PSN Papua Tetap Perhatikan Kelestarian Lingkungan dan Serap Ribuan Tenaga Kerja OAP
2 jam yang lalu
Saiful Mujani Penuhi...
Saiful Mujani Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya terkait Kasus Dugaan Penghasutan
5 jam yang lalu
2 WNA Ditemukan Tewas...
2 WNA Ditemukan Tewas di Apartemen Jakbar
6 jam yang lalu
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
8 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved