Jangan Anak Tirikan Difabel

Kamis, 04 Desember 2014 - 12:11 WIB
Jangan Anak Tirikan...
Jangan Anak Tirikan Difabel
A A A
SURABAYA - Puluhan warga berkebutuhan khusus (cacat) siang kemarin mendatangi Gedung DPRD Jatim. Didampingi mahasiswa Universitas Surabaya (Unesa), mereka menggelar unjuk rasa damai dengan melakukan aksi teatrikal.

Lewat aksi tersebut, mereka mengisahkan hidup kalangan difabel yang kerap mengalami perlakuan diskriminatif. Salah seorang warga berkebutuhan khusus, Ledi Hana, mengaku, selama ini pemerintah tidak begitu memerhatikan kalangan difabelitas.

Terkait fasilitas umum, misalnya, masih banyak gedung pemerintah yang tidak memiliki akses untuk kalangan penyandang difabel. Tidak hanya itu, dari segi pendidikan pun sangat terbatas. Anak berkebutuhan khusus selalu disekolahkan di sekolah luar biasa (SLB).

“Padahal, banyak dari mereka yang secara fisik memiliki kekurangan, tapi bisa berprestasi. Untuk itu, pada Hari Difabelitas ini, kalangan penyandang difabel sangat berharap pemerintah bisa memberikan perhatian kepada mereka. Jangan hanya mengeluarkan undang- undang atau peraturan daerah untuk penyandang difabelitas. Faktanya, itu hanya menjadi macan kertas,” tandasnya saat hearing bersama Komisi E DPRD Jatim kemarin.

Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim Suli Daim mengatakan bahwa Jawa Timur sudah memiliki Perda No 3/2013 tentang Penyandang Difabelitas. Sesuai amanah perda, penyelenggara pemerintah (instansi/lembaga) diwajibkan memberikan fasilitas, sarana, dan prasaran maupun akses bagi penyandang difabelitas selambat-lambatnya lima tahun setelah perda itu disahkan.

“Ini adalah aturan. Bila ada instansi pemerintahan yang tidak menyiapkan fasilitas itu, akan dikenai sanksi,” ujar politikus PAN Jatim ini. Terpisah, anggota Komisi E DPRD Jatim Agus Dono Wibawanto mengakui, pelaksanaan Perda Difabelitas memang belum maksimal karena baru tahun 2013 digodok dan masih butuh sosialisasi.

“Walau begitu, kami berterima kasih atas masukan semua ini. Jadi, kami bisa meminta pemprov maupun pemkot dan pemkab merealisasikan perda penyandang difabelitas, khususnya untuk fasilitas umum,” tukasnya.

Agus juga mendorong tidak ada perlakuan diskriminatif lagi di dunia pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, dan olahraga. Ini agar mereka tidak merasa dianaktirikan.

“Yang lebih kami soroti adalah masalah pendidikan SD, SMP, dan SMA. Ini karena belum ada kuota kursi untuk penyandang difabel di tingkat dua. Padahal, mestinya mereka dipandang seperti orang normal sehingga memiliki peluang untuk sekolah di sekolah umum,” tutur Agus.

Ihya Ulumuddin
(ftr)
Berita Terkait
DPW PKS Jawa Timur Siap...
DPW PKS Jawa Timur Siap Sinergi dan Kolaborasi Bangun Jawa Timur
Inflasi Jawa Timur September...
Inflasi Jawa Timur September Tertinggi di Pulau Jawa
China Mendominasi Impor...
China Mendominasi Impor Jawa Timur
BPH Migas bersama Anggota...
BPH Migas bersama Anggota Komisi VII DPR RI Gelar Sosialisasi
Hari Pertama PPKM, 792...
Hari Pertama PPKM, 792 Warga Jatim Positif COVID-19
Gubernur Khofifah dan...
Gubernur Khofifah dan Dubes Finlandia Jajaki Potensi Kerjasama Pendidikan dan Teknologi
Berita Terkini
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
2 jam yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
2 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
2 jam yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
3 jam yang lalu
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
3 jam yang lalu
Dukung Penguatan Ekonomi...
Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Danantara Tinjau Pemberdayaan Nasabah PNM di Mojokerto
3 jam yang lalu
Infografis
Pendidikan Sugiono,...
Pendidikan Sugiono, Anak Ideologis Prabowo yang Jadi Sekjen Gerindra
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved