Sepekan, 500 Mobil dan Motor Ditilang

Selasa, 02 Desember 2014 - 12:34 WIB
Sepekan, 500 Mobil dan...
Sepekan, 500 Mobil dan Motor Ditilang
A A A
PONOROGO - Tidak kurang dari 500 pengendara motor dan mobil ditilang dalam Operasi Zebra Semeru 2014 yang digelar Polres Ponorogo selama sepekan.

Pelanggaran masih didominasi surat kendaraan dan kelengkapan kendaraan seperti temuan dalam razia pagi kemarin. Sekitar 100 motor dan mobil ditilang karena spion tidak lengkap hingga pelat nomor tidak dipasang. Selain itu, banyak pula pengendara yang tidak membawa surat tanda nomor kendaraan (STNK) atau tidak membawa surat izin mengemudi (SIM).

“Operasi ini untuk menekan angka kecelakaan dengan menegakkan disiplin berlalu lintas. Kami menemukan puluhan pengendara tidak punya SIM atau sudah mati, ada puluhan juga yang kelengkapan kendaraannya tidak komplet. Spion hanya satu dan sebagainya,” ujar Perwira Pengendali Operasi Iptu Sunu Budianto kemarin.

Operasi yang digelar di jalan raya Ponorogo-Madiun, depan kantor Kecamatan Babadan, tersebut tidak hanya mengecek kendaraan yang masuk ke Ponorogo, tetapi juga kendaraan yang mengarah ke luar Ponorogo. Banyak pula kendaraan berpelat luar Jawa Timur yang diperiksa dan ternyata bermasalah dengan surat-suratnya.

Selain memeriksa kelengkapan kendaraan, aparat gabungan Polri, Dishub, DLLAJ, dan TNI juga memeriksa pelat nomor dan uji kir yang terpampang. Khusus TNI, diturunkan petugas Polisi Militer (PM) untuk memeriksa anggota TNI yang melintas. Dari sejumlah anggota tentara yang diperiksa, petugas tidak menemukan adanya pelanggaran.

Justru PM menemukan sejumlah kendaraan sipil ditempeli stiker berlogo satuan tempur dan angkatan TNI pada pelat nomornya. “Anjuran pimpinan melalui telegram, pemasangan stiker atau atribut militer dilarang. Karena itu, stiker yang kami temukan diminta dilepas. Tadi ada beberapa dan sudah dilepas,” ujar Komandan Pemeliharaan Ketertiban Denpom Ponorogo Sersan Mayor Taufik.

Pemasangan stiker militer dari berbagai kesatuan, lanjut Serma Taufik, dinilai rawan disalahgunakan, mulai sekadar menakut-nakuti pengguna jalan lain hingga untuk melakukan kejahatan. “Bisa jadi karena dikira aparat betulan, kemudian orang takut. Lalu, digunakan untuk melakukan kejahatan seperti merampok dan lainnya,” ujarnya.

Selain stiker, atribut lain seperti seragam militer juga dirazia. Namun, hal ini biasanya digelar secara tersendiri oleh TNI untuk menegakkan peraturan penggunaan seragam militer. Alasannya sama, atribut militer rawan disalahgunakan.

Dili Eyato
(ftr)
Berita Terkait
DPW PKS Jawa Timur Siap...
DPW PKS Jawa Timur Siap Sinergi dan Kolaborasi Bangun Jawa Timur
Inflasi Jawa Timur September...
Inflasi Jawa Timur September Tertinggi di Pulau Jawa
China Mendominasi Impor...
China Mendominasi Impor Jawa Timur
Hari Pertama PPKM, 792...
Hari Pertama PPKM, 792 Warga Jatim Positif COVID-19
Gubernur Khofifah dan...
Gubernur Khofifah dan Dubes Finlandia Jajaki Potensi Kerjasama Pendidikan dan Teknologi
BPH Migas bersama Anggota...
BPH Migas bersama Anggota Komisi VII DPR RI Gelar Sosialisasi
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
1 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
2 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
2 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
2 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
2 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
3 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved