Aktivis Antikorupsi Diteror

Kamis, 27 November 2014 - 13:08 WIB
Aktivis Antikorupsi...
Aktivis Antikorupsi Diteror
A A A
PROBOLINGGO - Teror terhadap penggiat antikorupsi kembali terjadi di Kota Probolinggo. Seperti dialami Bukhori Muslim, warga Jalan Ikan Paus, Kecamatan Mayangan, Rabu dini hari.

Rumah tinggalnya dilempar bondet (bom ikan rakitan) oleh orang tidak dikenal. Akibatnya, bagian depan rumah Ketua Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara Republik Indonesia (LPPNRI) itu berantakan. Kaca jendela, kursi teras rumah, dan sebagian plafon rumah hancur. Ledakan juga merusak kaca jendela sebuah warung di depan rumah korban.

Aksi teror ini disinyalir sebagai buntut sepak terjangnya dalam mengungkap dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi di lingkungan Pemkot Probolinggo. Namun, sampai sejauh ini polisi belum bisa memastikan keterkaitan teror tersebut dengan aktivitas korban memerangi korupsi.

“Saya kaget saat tidur mendengar suara ledakan keras di depan rumah. Saat saya cek, teras rumah sudah dalam kondisi berantakan. Tidak ada orang yang tahu siapa yang melakukannya,” kata Bukhori.

Menurutnya, aksi teror ini terkait aktivitasnya memerangi dugaan praktik korupsi di Pemkot Probolinggo. Beberapa waktu lalu dia melaporkan sejumlah tindak pidana korupsi ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Probolinggo. Tiga kasus di antaranya telah memasuki tahap penyidikan.

“Tiga kasus dugaan korupsi sudah memasuki tahap penyidikan dan sudah ada calon tersangkanya. Biarkan masyarakat yang menilai apakah perusakan rumah ini ada hubungannya dengan penanganan kasus korupsi,” tandas Bukhori.

Petugas kepolisian dan tim Labfor Polri cabang Surabaya yang tiba di lokasi melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Petugas melakukan penyisiran di sejumlah titik dan mengumpulkan material yang berasal dari serpihan bahan peledak.

Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota AKP Damar Bastiar mengungkapkan, pihaknya belum bisa menyimpulkan modus dan bahan peledak yang dipergunakan pelaku teror. Untuk kepentingan penyelidikan, petugas mengamankan sejumlah barang bukti untuk dilakukan penelitian lebih lanjut.

“Semua masih dalam penyelidikan, termasuk apakah ini ada kaitannya dengan aktivitas korban sebagai penggiat antikorupsi. Jadi, kami masih belum bisa menyimpulkan. Semua masih dugaan,” ujarnya.

Arie Yoenianto
(ftr)
Berita Terkait
DPW PKS Jawa Timur Siap...
DPW PKS Jawa Timur Siap Sinergi dan Kolaborasi Bangun Jawa Timur
Inflasi Jawa Timur September...
Inflasi Jawa Timur September Tertinggi di Pulau Jawa
China Mendominasi Impor...
China Mendominasi Impor Jawa Timur
Hari Pertama PPKM, 792...
Hari Pertama PPKM, 792 Warga Jatim Positif COVID-19
Gubernur Khofifah dan...
Gubernur Khofifah dan Dubes Finlandia Jajaki Potensi Kerjasama Pendidikan dan Teknologi
BPH Migas bersama Anggota...
BPH Migas bersama Anggota Komisi VII DPR RI Gelar Sosialisasi
Berita Terkini
2 WNA Ditemukan Tewas...
2 WNA Ditemukan Tewas di Apartemen Jakbar
59 menit yang lalu
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
2 jam yang lalu
4 Kombes Digeser ke...
4 Kombes Digeser ke Polda Pulau Jawa pada Mutasi Polri Mei 2026
3 jam yang lalu
Bayar PBB-P2 hingga...
Bayar PBB-P2 hingga 31 Juli, Warga Jakarta Otomatis Dapat Potongan 7,5%
3 jam yang lalu
Gerakan Kurbanlah Salurkan...
Gerakan Kurbanlah Salurkan Hewan Kurban untuk 3.000 Keluarga di Aceh
5 jam yang lalu
HUT ke-27 PNM, Ribuan...
HUT ke-27 PNM, Ribuan Buku Hadirkan Semangat Literasi bagi Anak-anak Pelosok
13 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved