Tanggul Lumpur Kritis, BPLS Dekati Korban Lumpur

Senin, 17 November 2014 - 16:51 WIB
Tanggul Lumpur Kritis,...
Tanggul Lumpur Kritis, BPLS Dekati Korban Lumpur
A A A
SIDOARJO - Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) berupaya mendekati korban lumpur agar diperbolehkan memperkuat tanggul. Pasalnya, sebentar lagi musim hujan tiba, dan dikhawatirkan membuat lumpur meluber. Penguatan tanggul perlu segera dilakukan karena kondisi di beberapa titik tanggul sudah kritis. Jika tidak segera diperkuat dikhawatirkan saat hujan turun tanggul akan jebol.

Humas BPLS Dwinanto Hesti Prasetyo mengatakan beberapa titik tanggul kondisinya kritis. Pihaknya tidak bisa menjamin saat hujan turun nanti tanggul tidak jebol. Apalagi, sudah berbulan-bulan tidak ada penguatan tanggul. ”Kalau ada tanggul yang jebol atau lumpur meluber saja diperbolehkan warga memperbaiki tanggul,” ujar Dwinanto.

Pihaknya sebenarnya sudah berupaya meminta warga untuk memperbolehkan penguatan tanggul. Namun, warga tidak mengizinkan karena ganti rugi tanah mereka belum dilunasi. Khusus saat musim hujan nanti, BPLS berupaya agar warga memperbolehkan penguatan tanggul. ”Kami berupaya agar saat musim hujan lumpur bisa dikendalikan. Salah satunya dengan penguatan tanggul,” ucap Dwinanto.

Selain penguatan tanggul, solusi lain agar lumpur tidak meluber dengan mengalirkan ke Sungai Porong. Selama ini pembuangan lumpur ke Sungai Porong terhenti. Dwinanto menjelaskan, yang menjadi fokus selama musim hujan adalah rel KA, Jalan Raya Porong dan infrastruktur lainnya. Untuk itu, pihaknya menyiapkan sebanyak 10 pompa penyedot air.

Delapan pompa standby di tanggul sebelah barat yang berbatasan dengan rel dan Jalan Raya Porong. Pasalnya, belajar dari musim hujan tahun sebelumnya beberapa titik di dekat Jalan Raya Porong terendam air. Bahkan, rel KA sering menjadi langganan banjir saat musim hujan. ”Penanganan lumpur saat musim hujan tak ada bedanya dengan tahun sebelumnya.

Kami berupaya agar infrastruktur dan perumahan warga tidak terendam air,” kata Dwinanto. Terpisah, Subakri, salah satu perwakilan korban lumpur mengaku jika warga tidak memperbolehkan BPLS beraktivitas di tanggul ada alasannya. Tanah yang di tanggul masih menjadi hak warga karena ganti rugi belum dilunasi,” ujarnya.

Abdul Rouf
(bhr)
Berita Terkait
DPW PKS Jawa Timur Siap...
DPW PKS Jawa Timur Siap Sinergi dan Kolaborasi Bangun Jawa Timur
Inflasi Jawa Timur September...
Inflasi Jawa Timur September Tertinggi di Pulau Jawa
China Mendominasi Impor...
China Mendominasi Impor Jawa Timur
Hari Pertama PPKM, 792...
Hari Pertama PPKM, 792 Warga Jatim Positif COVID-19
Gubernur Khofifah dan...
Gubernur Khofifah dan Dubes Finlandia Jajaki Potensi Kerjasama Pendidikan dan Teknologi
BPH Migas bersama Anggota...
BPH Migas bersama Anggota Komisi VII DPR RI Gelar Sosialisasi
Berita Terkini
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
4 menit yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
21 menit yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
30 menit yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
40 menit yang lalu
Pimpin Gerakan ASRI...
Pimpin Gerakan ASRI di Banyuwangi, Safrizal Ajak Masyarakat Bangun Budaya Kebersihan
1 jam yang lalu
Pimpin ASEAN Smart Cities,...
Pimpin ASEAN Smart Cities, Indonesia Paparkan Pengelolaan Sampah dari Hulu hingga Hilir
1 jam yang lalu
Infografis
7 Artis Jadi Korban...
7 Artis Jadi Korban Kebakaran Los Angeles, Dalyce Curry Tewas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved