Picu Antrean Mengular

Rabu, 05 November 2014 - 15:31 WIB
Picu Antrean Mengular
Picu Antrean Mengular
A A A
BLITAR - Wacana kenaikan bahan bakar minyak (BBM) pada penghujung 2014 berdampak meningkatnya permintaan di sejumlah SPBU Kabupaten dan Kota Blitar.

Selain penyerapan kuota BBM oleh ”pasar” lebih cepat, antrean mengular para pembeli mulai terlihat di sejumlah SPBU. ”Premium 16 kiloliter yang biasanya satu hari baru habis. Hari ini, setengah hari sudah ludes,” tutur Pengawas SPBU Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, Kota Blitar, Lumadi, kemarin. Tidak hanya premium, kuota solar 8 kiloliter dan pertamax 4 kiloliter dalam waktu singkat juga ludes tak tersisa. Menurut Lumadi, antusias warga berbondong-bondong ke SPBU dipengaruhi kabar bahwa pemerintah akan segera menaikkan harga BBM.

”Mereka juga khawatir terjadi kelangkaan. Sebab menjelang kenaikan tradisinya selalu terjadi fenomena kelangkaan,” katanya. Hal serupa juga terjadi di SPBU Jalan Kalimantan Kota Blitar. Tidak hanya antrean panjang, SPBU juga mengalami keterlambatan pasokan. ”Memang ada keterlambatan pasokan dari Pertamina.

Namun kuotanya masih normal,” kata Petugas SPBU Jalan Kalimantan, Said. Sama dengan SPBU yang lain. Jatah premium 32 kiloliter, solar 20 kiloliter, dan pertamax 10 kiloliter dalam waktu cepat berpindah ke tangki kendaraan konsumen. Kendati demikian, SPBU tidak melakukan pembatasan pembelian, termasuk jeriken juga tetap dilayani. ”Pelayanan tetap normal. Asal membawa surat keterangan dari desa, juriken tetap dilayani,” kata Said.

Sejauh ini, lanjut Said, pihaknya belum menerima pemberitahuan dari Pertamina terkait kenaikan harga. Dari pantauan di lapangan, fenomena antrean mengular juga tampak di sejumlah SPBU di wilayah Kabupaten Blitar. Bahkan SPBU di daerah Kecamatan Udanawu memasang pengumuman habis yang tidak sesuai kebiasaan. Pemandangan serupa juga terlihat di SPBU Kabupaten Kediri.

Suprapto, 40, salah seorang pembeli premium di SPBU Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, berharap pemerintah segera mengumumkan kepastian jadi atau tidaknya harga premium dinaikkan. ”Sebab dengan situasi tidak jelas seperti ini justru menimbulkan keresahan,” ujarnya.

Solichan arif
(ars)
Berita Terkait
DPW PKS Jawa Timur Siap...
DPW PKS Jawa Timur Siap Sinergi dan Kolaborasi Bangun Jawa Timur
Inflasi Jawa Timur September...
Inflasi Jawa Timur September Tertinggi di Pulau Jawa
China Mendominasi Impor...
China Mendominasi Impor Jawa Timur
Hari Pertama PPKM, 792...
Hari Pertama PPKM, 792 Warga Jatim Positif COVID-19
Gubernur Khofifah dan...
Gubernur Khofifah dan Dubes Finlandia Jajaki Potensi Kerjasama Pendidikan dan Teknologi
BPH Migas bersama Anggota...
BPH Migas bersama Anggota Komisi VII DPR RI Gelar Sosialisasi
Berita Terkini
Dokter Gigi Asal Vietnam...
Dokter Gigi Asal Vietnam Buka Praktik di Ciputat Pakai Izin Tinggal Kunjungan, Endingnya Dideportasi
36 menit yang lalu
Pramono Akan Resmikan...
Pramono Akan Resmikan CFD Rasuna Said saat HUT Jakarta, Mayoritas Warga Minta Dilanjutkan
1 jam yang lalu
Nunggak Bayar Sewa Indekos,...
Nunggak Bayar Sewa Indekos, Motor Teman Diembat
2 jam yang lalu
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
10 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
10 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
11 jam yang lalu
Infografis
Klaim AS Hendak Bunuh...
Klaim AS Hendak Bunuh Putin Bisa Picu Perang Nuklir dengan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved