Walhi Sumsel Terbitkan Petisi Asap

Selasa, 14 Oktober 2014 - 10:37 WIB
Walhi Sumsel Terbitkan...
Walhi Sumsel Terbitkan Petisi Asap
A A A
PALEMBANG - Lembaga lingkungan hidup, Walhi Sumsel menerbitkan petisi tentang kabut asap. Dalam petisi yang ditulis seakan berasal dari suara anak-anak Sumsel, Walhi ingin mengkritisi bagaimana kondisi asap sangat mengganggu kehidupan masyarakat.

Dalam paragraf kedua Petisi Walhi Sumsel mengenai kabut asap itu tertulis. 'Bapak Gubernur, sejak bermunculan titik api, kami tidak bisa lagi menghirup udara segar di pagi hari dan sepanjang hari'.

Kalimat yang tertuju pada pemerintah daerah berharap agar kabut asap ditangani dengan upaya pencegahan. Misalnya, pemerintah tidak lagi dengan memberikan izin konsensi pada perusahaan yang merusak lingkungan.

"Petisi ini mengugah agar pemerintah bertindak tegas pada pelaku kebakaran lahan,terutana perusahaan pemegang izin yang berada di OKI, Muara Enim, Banyuasin, Musi Banyuasin dan Musi Rawas," ujar Direktur Walhi Sumsel, Hadi Jatmiko, Selasa (14/11/2014) pagi.

Hadi mengatakan, kebakaran hutan sudah menjadi permasalahan genting di Sumsel sejak tahun 1997. Namun, setiap tahun, kebakaran lahan masih kerap terjadi.

Tahun kemarin, pemerintah provinsi ikut dalam penandatangan kesepakatan BP REDD yang bertujuan menurunkan emisi karbon dari deforestasi dan degradasi hutan Sumsel. "Namun kebakaran hutan kerap terjadi hingga Sumsel dikepung asap," ungkapnya.

Selain itu, Hadi mengatakan Walhi mengajak semua elemen, terutama pemerintah untuk menghitung untung rugi aspek konsensi baik HTI dan perkebunan yang diberikan.

BNPB mencatat (berdasarkan keterangan media) negara membutuhkan biaya penanggulangan bahaya kabut asap di Sumatera mencapai Rp20 triliun. Sementara, seberapa besar pendapatan daerah yang diperoleh dari pemberian izin konsensi pada perusahaan perusak lingkungan.

"Tentu hitungan kasarnya, pemerintah merugi. Pendapatan daerah yang diperoleh dari nilai bagi hasil atau izin pemberian konsensi tidak sebesar biaya penanggulangan," tegasnya.

Petisi inipun, sambung Hadi, akan diteruskan pada sejumlah elemen masyarakat melalui gerakan bersama 'Menolak Asap Sumsel,'.
(sms)
Berita Terkait
Jambi Dikepung Kabut...
Jambi Dikepung Kabut Asap, Pelajar PAUD hingga SMP Diliburkan
Kabut Asap Memburuk,...
Kabut Asap Memburuk, Sekolah di Kota Jambi Terpaksa Diliburkan
Kabut Asap Kepung Palembang,...
Kabut Asap Kepung Palembang, Kualitas Udara Memburuk
Dikepung Kabut Asap...
Dikepung Kabut Asap Karhutla, Warga Rokan Hilir Mulai Mengungsi
Bencana Kabut Asap di...
Bencana Kabut Asap di Palembang Kian Parah
Viral AC Mobil Keluar...
Viral AC Mobil Keluar Kabut Sampai Berembun, Ini Penyebabnya
Berita Terkini
Pramono Bakal Bangun...
Pramono Bakal Bangun 11 Rusun Baru Pakai APBD, Ini Lokasinya
39 menit yang lalu
Polisi Ungkap Alasan...
Polisi Ungkap Alasan Pelaku Sekap 3 Karyawan Percetakan, Tuduh Korban Curi Pelat Rp230 Juta
2 jam yang lalu
Akademisi: Riset Advokasi...
Akademisi: Riset Advokasi Kunci Perlindungan Warga Sipil
3 jam yang lalu
Kepala UPTD Diciptabintar...
Kepala UPTD Diciptabintar Pemkot Bandung Dorong Penegakan Aturan Pemanfaatan Ruang
4 jam yang lalu
JKF Fun Padel Competition...
JKF Fun Padel Competition 2026 Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Instansi di Jakarta
6 jam yang lalu
Isak Tangis Keluarga...
Isak Tangis Keluarga Kecelakaan Maut di Bekasi Timur: Saya Nggak Kuat Anaknya Masih Kecil
6 jam yang lalu
Infografis
Paparan Asap Rokok Picu...
Paparan Asap Rokok Picu Sejumlah Penyakit Mengerikan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved