Obat Aborsi Dijual Bebas, Dinkes Bandung Razia Apotek

Jum'at, 03 Oktober 2014 - 15:47 WIB
Obat Aborsi Dijual Bebas,...
Obat Aborsi Dijual Bebas, Dinkes Bandung Razia Apotek
A A A
BANDUNG - Petugas Dinas Kesehatan Kota Bandung menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke Apotik Papandayan, Jalan Gatot Subroto. Dalam sidak tersebut petugas memeriksa berbagai jenis obat yang dijual, laporan obat yang masuk dan keluar, dan lainnya.

Menurut salah seorang petugas dari Dinkes Kota Bandung Aulia, pihaknya tidak menemukan jenis obat aborsi. “Di sini memang tidak menjual obat seperti itu," kata Aulia, kepada wartawan, Jumat (3/10/2014).

Menurutnya, apotik menjadi salah satu infrastruktur kesehatan yang berada di bawah pengawasan dinkes. Pengawasan pun secara rutin dilakukan setiap tahun sekali.

Obat aborsi yang dijual secara online, adalah obat pelapis lambung. Tapi obat itu memiliki efek samping. Seperti dapat menimbulkan kontraksi rahim.

Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinkes Kota Bandung dr Suryani Sidharta mengungkapkan, setiap obat tidak hanya memiliki satu efek, namun bisa merembet ke efek samping lainnya.

“Misalkan saja itu kan obat maag, efek utamanya memang untuk lambung. Akan tetapi jika bila dikonsumsi secara berlebihan dan tidak sesuai anjuran dokter, obat itu bisa berefek pada bagian tubuh lainnya,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, baik obat lambung maupun obat sejenis lainnya adalah obat legal. Akan tetapi, semua itu tergantung pemakaiannya.

“Obat itu tidak bisa dilihat dari satu sisi saja, tidak bisa dilihat dari satu efek saja. Makanya pengawasan terhadap penggunaan obat sangat penting dilakukan,” bebernya.

Terpisah, Penyidik PNS (PPNS) Dinas Kesehatan Kota Bandung dr Susaty menyebutkan, jenis obat keras dan obat yang diawasi secara khusus harus menggunakan resep dari dokter.

"Terlebih obat itu masuk dalam daftar G, yakni obat keras. Obat keras tidak bisa diperjualkan bebas, termasuk melalui online," ungkap dr Susatyo.
(san)
Berita Terkait
Pengungkapan Kasus Praktik...
Pengungkapan Kasus Praktik Aborsi Ilegal di Bali
2 Bidan di Kota Kendari...
2 Bidan di Kota Kendari Gugurkan Kandungan Siswa Kelas 1 SMA
Aborsi Ilegal di Klinik...
Aborsi Ilegal di Klinik Pandeglang, Sudah Lebih 100 Janin Digugurkan
Ditreskrimsus Polda...
Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Bongkar Praktik Aborsi Ilegal di Bekasi
Terkuak, Kuburan Janin...
Terkuak, Kuburan Janin Bayi yang Ditemukan Warga Bukan Korban Aborsi
Cegah Aborsi Ilegal,...
Cegah Aborsi Ilegal, Akademisi: Kesehatan Reproduksi Harus Diajarkan Sejak Dini
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
5 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
6 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
6 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
6 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
6 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
7 jam yang lalu
Infografis
Rute Pawai Akbar Persib...
Rute Pawai Akbar Persib Bandung Juara Liga 1 2024/2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved